Waspada
Waspada » BP Jamsostek Kembali Serahkan 2,8 Juta Data Calon Penerima BSU Tahap IV
Aceh Ekonomi

BP Jamsostek Kembali Serahkan 2,8 Juta Data Calon Penerima BSU Tahap IV

Kepala Cabang BPJamsostek Langsa, S Abidin. BP Jamsostek kembali serahkan 2,8 juta data calon penerima BSU tahap IV. Waspada/Ist
Kepala Cabang BPJamsostek Langsa, S Abidin. BP Jamsostek kembali serahkan 2,8 juta data calon penerima BSU tahap IV. Waspada/Ist

LANGSA (Waspada): BP Jamsostek kembali menyerahkan 2,8 juta data nomor rekening peserta calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) gelombang IV.

Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Langsa, S Abidin, Senin (21/9) mengatakan, pernyataan tersebut diutakan Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto dalam acara dialog Forum Merdeka Barat (FMB) 9 pada waktu yang sama, Rabu (16/9) kemarin

Lanjutnya, data tersebut akan divalidasi Kementerian Ketenagakerjaan. Setelah itu, BSU akan didistribusikan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Total yang telah kami serahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan hingga saat ini sebanyak 11,8 juta data nomor rekening peserta,” ungkap S Abidin.

Penyerahan data secara berkala ini ditargetkan rampung pada akhir bulan September 2020. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pengecekan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU

BP Jamsostek telah mengumpulkan 14,7 juta nomor rekening sejak pertengahan bulan Agustus 2020. BP Jamsostek kembali kumpulan data dan gelombang IV ini merupakan hari terakhir penyampaian data nomor rekening calon penerima BSU oleh perusahaan atau pemberi kerja.

Namun, untuk nomor rekening yang dikembalikan karena perlu dikonfirmasi, BP Jamsostek masih menunggu hasil konfirmasi ulang tersebut sampai akhir bulan September.

Setiap data nomor rekening yang diserahkan telah melalui tahapan validasi berlapis. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan penerima BSU tepat sasaran.

Data yang belum lolos validasi karena ketidaksesuaian data dengan bank atau sistem internal BP Jamsostek akan dikembalikan kepada pemberi kerja atau perusahaan untuk konfirmasi ulang. Jumlahnya sekitar 1,2 juta data.

Kemudian, data yang dikonfirmasi ulang seperti nomor rekening yang tidak aktif karena ditutup, dibekukan, nama tidak sesuai nomor rekening, data nomor rekening tidak sesuai catatan kepesertaan BP Jamsostek, atau kepesertaannya lebih dari satu. Semua itu telah dikembalikan kepada pemberi kerja.

“Kami harap perusahaan berusaha secepat mungkin untuk menyampaikan data konfirmasi tersebut”, ujarnya.

S Abidin juga menambahkan, terdapat 1,7 juta data peserta yang tidak memenuhi kriteria yang tertuang dalam Permenaker 14 Tahun 2020 sehingga dipastikan tidak berhak menerima BSU.

Agus mengingatkan, pihaknya telah mengirimkan sekitar 398 ribu SMS kepada pekerja yang sudah mencairkan jaminan hari tua (JHT). Mereka berstatus peserta aktif pada bulan Juni 2020. SMS tersebut berisi tautan unik yang hanya bisa diakses oleh penerima untuk pengkinian data secara mandiri, termasuk konfirmasi nomor rekening.

“Saat ini peserta yang telah melakukan konfirmasi mandiri sebanyak 145 ribu orang. Kami masih menunggu sampai akhir September. Ingat, yang bisa melakukan pengkinian data secara mandiri hanya peserta yang mendapatkan SMS tersebut,” ujar Agus.

Diutarakan lagi, dari 2,5 juta data pekerja yang diserahkan pada gelombang I, terdapat 2,47 juta pekerja atau 99,32 persen yang telah mendapatkan bantuan tersebut. Sementara itu, data gelombang II telah mencapai 99,28 persen atau 2,97 juta pekerja.

Selanjutnya, untuk golombang III proses pencairan dana bantuan telah mencapai 40,9 persen atau 1,43 juta pekerja. Dengan demikian, total BSU yang telah dicairkan mencapai 6,87 juta.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai program BP Jamsostek dan BSU, masyarakat dapat mengakses akun media sosial resmi BP Jamsostek @bpjs.ketenagakerjaan pada Instagram, @bpjstkinfo pada platform Twitter, dan BPJS Ketenagakerjaan pada Facebook. Keseluruhan akun tersebut sudah berstatus terverifikasi.

S Abidin mengapresiasi pihak pemberi kerja atau perusahaan. Pasalnya, mereka telah bekerja sama dengan baik dalam pengkinian data peserta untuk mendukung program BSU pemerintah. (b13)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2