Waspada
Waspada » BNN Aceh Tamiang Sita 11 Kg Lebih Narkotika Dengan 20 Tersangka
Aceh

BNN Aceh Tamiang Sita 11 Kg Lebih Narkotika Dengan 20 Tersangka

KEPALA BNN Aceh Tamiang, AKBP Trisna bersama pejabat terasnya saat memberikan keterangan Pers terhadap pencapaian hasil kerja selama 2019, Senin (30/12) di kantor BNNK setempat, Kota Kualasimpang. Waspada/Yusri
KEPALA BNN Aceh Tamiang, AKBP Trisna bersama pejabat terasnya saat memberikan keterangan Pers terhadap pencapaian hasil kerja selama 2019, Senin (30/12) di kantor BNNK setempat, Kota Kualasimpang. Waspada/Yusri

Kepala BNN Kabupaten Aceh Tamiang, AKBP Trisna Syafari Yandi dalam temu pers yang digelar Senin (30/12) di kantor BNN setempat Kota Kualasimpang mengatakan, adapun untuk penyitaan barang bukti yang dibantu BNNP Aceh dan BNN Pusat mencapai sebanyak 29 Kg, bahkan jumlah pengungkapan ini cenderung naik dari tahun sebelumnya.

“Kenaikan ini disebabkan kurangnya kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap bahaya narkoba yang berada di lingkungan masyarakat,” ungkap AKBP Trisna seraya mengutarakan dari klasifikasi tersebut, bahwa kejahatan peredaran narkoba itu lebih didominasi usia dewasa.

Menurutnya, dari 20 orang tersangka yang telah diamankan tersebut apabila dilihat berdasarkan status tersangka, mereka merupakan konsumen, bila didasarkan kepada jenis kelamin maka dewasa laki-laki sebanyak 18 orang, dewasa perempuan 2 orang. “Untuk itu, BNN Aceh Tamiang selama 2019 ini juga rutin melakukan kerjasama dengan instansi pemerintahan dengan melakukan tes urine terhadap seluruh pegawai,” sebut AKBP Trisna.

Hal itu dilakukan dalam upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan dan penyebaran narkotika di kalangan abdi negara. “Di samping itu, BNN Aceh Tamiang juga telah menetapkan tiga kampung sebagai pilot project sebagai kampung bersinar atau kampung bersih dari narkoba,” tutur AKBP Trisna sembari menambahkan, ketiganya adalah Kampung Perdamaian, Kampung Tanjung Neraca serta Kampung Muka Sungai Kuruk.

Dijelaskannya, dalam tahun 2019 ini, BNN Aceh Tamiang juga telah mensosialisasikan P4GN di 27 kampung dalam 10 kecamatan, 3 sekolah TK, 5 sekolah tingkat SD, 7 sekolah tingkat SMP dan 20 sekolah tingkat SMU serta di PT. Socfindo dan PT. Parasawita.

AKBP Trisna Safari Yandi mengemukakan, BNNK Aceh Tamiang memiliki target 45 rehabilitasi oleh BNN Pusat, namun telah melebihi dari target yang ditentukan, yakni mencapai 47 orang. Dari 47 orang yang direhabilitasi terdapat sebanyak 4 orang ASN, 3 orang wiraswasta, 19 orang tenaga honorer (kontrak) dan 21 orang dari kalangan masyarakat.

Trisna menegaskan bahwa BNN bukan hanya sebagai pemberantas, melainkan BNN melakukan pencegahan yang lebih diutamakan melalui sosialisasi dan rehabilitasi sehingga para korban bisa berhenti menggunakan narkoba. “Kemudian, diharapkan bagi masyarakat untuk tidak mendiskriminasi terhadap mantan penyalahgunaan narkoba setelah selesai menjalani proses hukum,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Pemberantasan BNN Aceh Tamiang, AKP Rafi Darmawan, SE mengatakan, hari ini masyarakat Aceh Tamiang masih sangat minim kepeduliannya terhadap pencegahan narkoba. “Karena itu, sangat diperlukan kepedulian masyarakat dalam mencegahnya, sehingga dapat meminimalisir penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat sendiri,” harap AKP Rafi. (cri)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2