Waspada
Waspada » BKSDA Diminta Jemput Siamang Di Aceh Timur
Aceh Headlines

BKSDA Diminta Jemput Siamang Di Aceh Timur

Sindy, memberi makan siamang di sangkar miliknya di Desa Keutapang Dua, Idi Timur, Aceh Timur, Selasa (4/5). Waspada/M Ishak
Sindy, memberi makan siamang di sangkar miliknya di Desa Keutapang Dua, Idi Timur, Aceh Timur, Selasa (4/5). Waspada/M Ishak

 

IDI (Waspada): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, diminta segera menjemput seekor siamang (Symphalangus Syndactylus) di Aceh Timur. Pasalnya, kondisi satwa dilindungi kini sangat kurus dan butuh penanganan medis secara khusus.

“Kita mendapatkan informasi adanya salah satu satwa dilindungi yakni siamang saat ini berada di rumah warga di Aceh Timur, kita harap BKSDA Aceh segera menjemputnya,” kata Ketua Yayasan Konservasi Alam Aceh (YAKATA) Zamzami Ali Umri Balqiah, kepada Waspada.id, Selasa (4/5).

Dia mengatakan telah mengirimkan tim ke lokasi untuk melihat dan mendokumentasikan kondisi terkini dari siamang tersebut. “Kondisinya kurus dan tidak banyak gerakannya. Bahkan sesekali tampak lemas, sehingga terpaksa merebahkan badannya dalam sangkar,” timpa Zamzami.

Menurutnya, siamang jantan itu perlu dijemput untuk dilakukan observasi karena kabarnya sejak kecil telah menjadi piaraan manusia, sehingga agak susah beradaptasi dengan habitatnya. “Jikapun dijemput, maka perlu diobservasi. Jika nanti sudah saat dilepasliarkan, maka harapan kita dilepas liar di kawasan Aceh Timur,” harap Zamzami.

Sementara Sindy Wulandari, pemelihara siamang itu mengaku, dirinya mendapatkan siamang tersebut di Taman Rusa Pusat Perkantoran Pemkab Aceh Timur di Idi, Jumat (30/4) lalu.

Awalnya Sindy menganggap satwa itu bisa dipelihara sebagaimana monyet, namun setelah berkoordinasi dengan dinas terkait ternyata siamang tidak boleh dipelihara dan tergolong satwa dilindungi.

“Baru beberapa hari saya ambil dari taman rusa, karena saya melihat kondisinya sangat lemas. Tapi ternyata satwa ini tidak boleh dipelihara dan saya sudah berkoordinasi dengan BKSDA untuk dijemput,” kata Sindy, di rumahnya di Desa Keutapang Dua, Idi Timur, Aceh Timur.

Dia sama sekali tidak mengetahui awal mula keberadaan siamang tersebut, namun menurutnya siamang dengan usia di atas 7 tahun itu kesasar ke Taman Rusa Pusat Perkantoran Pemkab Aceh Timur.

“Saya yakin kesasar ke taman rusa, tapi kondisi lemas, makanya saya selamatkan dengan membawanya ke sangkar di rumah. Selama di sangkar saya kasih makan berupa buah-buahan dan minum, Alhamdulillah kondisinya saat ini sudah berubah,” demikian Sindy. (b11/C)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2