Waspada
Waspada » BKSDA Dan Muspika Pulau Banyak Imbau Nelayan Saat Menyelam
Aceh

BKSDA Dan Muspika Pulau Banyak Imbau Nelayan Saat Menyelam

Pertemuan BKSDA dan Muspika memberikan imbauan bagi nelayan, untuk menghindari konflik dengan buaya. BKSDA Dan Muspika Pulau Banyak Imbau Nelayan Saat Menyelam. Waspada/Ist
Pertemuan BKSDA dan Muspika memberikan imbauan bagi nelayan, untuk menghindari konflik dengan buaya. BKSDA Dan Muspika Pulau Banyak Imbau Nelayan Saat Menyelam. Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh bersama Muspika Pulau Banyak dan PBB mengimbau nelayan agar lebih berhati-hati saat menyelam.

Sebelum menyelam, nelayan harus lebih waspada dan sebaiknya memastikan terlebih dahulu areal sekitarnya dan harus benar-benar aman dari intaian buaya.

“Apa bila ada tanda-tanda kemunculan buaya harap nelayan menghindar ketempat yang lebih aman, untuk menghindari terjadinya konflik,” Kata Kepala BKSDA Aceh Seksi Konservasi Wilayah ll Subulussalam Resort 19 Kepulauan Banyak melalui Staf BKSDA Muhammad Yusuf kepada Waspada.id, Selasa (23/2).

Setelah memberikan sosialisasi di Gedung Serbaguna Desa Ujung Sialit PBB, sebagai langkah mencegah terjadinya konflik manusia dengan satwa liar tersebut, Senin (22/2) kemarin, BKSDA bersama Muspika Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat (PBB) Aceh Singkil, langsung mengunjungi rumah duka keluarga korban meninggal oleh gigitan buaya, yang terjadi di sekitaran perairan laut (TWL) Pulau Banda (Status Kawasan Pemanfaatan Bahari) 17 Februari 2021 kemarin, untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

Dalam pertemuan itu, BKSDA juga menyampaikan kepada warga, agar lebih waspada saat beraktivitas di laut mencari ikan maupun teripang di laut. Apalagi lokasi yang terdata sebagai kawasan habitat buaya. Sehingga jangan sampai lagi terjadi korban akibat konflik dengan buaya, katanya.

Di samping itu, masyarakat juga harus meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan satwa liar dengan cara tidak merusak ekosistem laut dan perairan.

Kemudian tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Dan tidak mengunakan alat tangkap yang merusak ekosistem laut, sebut Yusuf yang juga memberikan nomor kontak BKSDA yang dapat dihubungi masyarakat apabila ada gangguan satwa liar.

Sementara itu, dalam sesi tanya jawab msyarakat berharap agar seluruh nelayan bisa masuk dalam peserta asuransi, jika mengalami kecelakaan dilaut melalui dinas terkait.

Masyarakat juga berharap agar pemerintah lebih memperhatikan nelayan dengan memberikan solusi untuk mengatasi penanganan buaya di Pulau Banyak, harapnya

Kegiatan diikuti dari Tim BKSDA Aceh, Sekcam PBB, Pos TNI AL Pulau Banyak, Polsek Pulau Banyak, Koramil 01 Pulau Banyak, Basarnas Pulau Banyak Kepala Desa dan sejumlah masyarakat. (B25)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2