Berlebaran Ke Rumah Ketua Nasdem Aceh, Abusyik Terpesona Dengan Jeungki

- Aceh
  • Bagikan

SIGLI (Waspada): Aceh, khususnya Kabupaten Pidie dikenal kaya dengan adat dan budayanya. Salah satunya adalah Jeungki (alat penumbuk padi tradisional-red).

Ternyata Jeungki atau lesung, ini masih disimpan baik oleh keluarga Ketua Nasdem Aceh, Dr Taufiqulhadi, di Gampong Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.

Senin, (9/5), rumah adat Aceh berkonstruksi kayu yang merupakan tempat lahirnya sang politikus Nasdem tersebut tiba-tiba dikunjungi oleh bupati Pidie Roni Ahmad, MM bersama rombongan.

Diantaranya, Sekda Pidie H Idhami, S.Sos, M.Si, Asisten I Drs Samsul Azhar, Asisten III Sayuti Usman, MM, Kabag Protokol, Komunikasi, dan Pimpinan (Prokopim)Teuku Iqbal, S.TTP,MSI, serta belasan pejabat lainnya, ikut mendampingi Abusyik bersilahturahmi ke rumah ketua Partai Nasdem Aceh.

Begitu tiba di rumah kelahiran sang politisi, Abusyik langsung jatuh hati. Ia terpesona dengan rumah adat Aceh yang lengkap dengan Jeungki (lesung). Jeungki itu berada persis di bawah Seuramoe Rinyuen (Serambi Tangga-red).

Hal ini bisa dilihat, begitu abusyik tiba di halaman rumah itu yang disambut langsung oleh sang politisi. Abusyik lalu melangkahkan kakinya menuju posisi Jeungki, abusyik terpesona dengan keunikan -keunikan yang masih tersimpan di rumah tersebut.

Tidak lama berselang waktu, Abusyik sebutan akrab Bupati Roni Ahmad, langsung mengangkat kakinya ke atas Jeungki, lantas ia pun bernostalgia masa kecilnya.

“Dulu saya waktu kecil sering temani orang tua tumbuk padi atau beras diolah menjadi tepung. Ada penganan khas Aceh selain Apam, yaitu Geuleupak. Ini biasanya dibuat waktu ibu-ibu kita sedang tumbuk beras menjadi tepung. Jadi dibuatlah kita kue geuleupak,” kata Abusyik mengenang masa kecilnya dengan Jeungki.

Sekarang Jeungki (Lesung tradisional Aceh), tergerus oleh zaman. Alat yang terbuat dari kayu pilihan, dulunya digunakan untuk menumbuk padi, beras, kopi atau untuk memproses pengolahan minyak kelapa dengan cara tradisional. Biayanya alat ini acap digunakan menjelang hari-hari besar, seprti jelang Idul Fitri, Maulid Nabi, Jeungki mulai digunakan dan hampir semua rumah di kampung-kampung suara Jeungki terdengar riuh.

Namun sekarang suasana itu sudah hilang, ibu-ibu saat membuat kue tinggal ke super market membeli kebutuhan bahan kue. “Kalau dulu kan beras diolah jadi tepung dengan Jeungki,” pungkas Usman warga setempat. (b06)

Teks foto: Bupati Pidie Roni Ahmad, alias Abusyik sedang mencoba Jeungki (alat tumbuk beras tradisional Aceh-red) yang masih disimpan keluarga Ketua Partai Nasdem Aceh Dr Taufiqulhadi di Gampong Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Senin (9/5). Waspada/Muhammad Riza

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.