‘Bekerjalah Di Tempat Lain, Kami Sudah Tidak Sanggup Menggaji Kalian Lagi’

  • Bagikan
Kabag Humas Kota Lhokseumawe, Marzuki. Waspada/Ist
Kabag Humas Kota Lhokseumawe, Marzuki. Waspada/Ist

Berjalan…seorang pria muda dengan jaket lusuh di pundaknya. Di sela bibir tampak mengering, terselip sebatang rumput liar. Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s’makin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda. Resah mencari kerja. Mengandalkan ijazahmu. Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
‘Tuk jaminan masa depan.”

PENGGALAN bait syair lagu, penyanyi legendaris Indonesia, Iwan Fals mampu menggambarkan kondisi kegelisahan para lulusan perguruan tinggi di seluruh Negeri Ibu Pertiwi ini. Setelah kesulitan mengeluarkan biaya kuliah, mereka dihadapkan dengan kesulitan dan kegamangan dalam memperoleh peluang kerja.

Kondisi itu kini dialami oleh 2.753 Tenaga Harian Lepas (THL) di Kota Lhokseumawe. Setelah beberapa tahun bekerja di Kota Lhokseumawe dengan gaji Rp300 ribu per bulan, kini terpaksa harus dirumahkan karena ketidakmampuan Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk menggaji mereka secara terus menerus.

Setiap tahun Pemko Lhokseumawe, harus mengeluarkan biaya honor untuk 2.753 THL sebanyak Rp9,9 miliar. Sementara dari tahun ke tahun jumlah dana alokasi umum (DAU) kiriman Pusat untuk Kota Lhokseumawe semakin menurun.

Kondisi tersebut telah memaksa pihak Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk merumahkan 2.753 THL dan telah memerintahkan setiap OPD untuk tidak memperpanjang SK untuk THL tersebut pada tahun 2022.

“Ini terpaksa kami lakukan. Pemko Lhokseumawe sudah tidak sanggup menggaji 2.753 THL untuk tahun 2022. DAU yang kami terima setiap tahun semakin menurun,” kata Kabag Humas mewakili Wali Jota Lhokseumawe, Suaidi Yahya.

Bukti Pemko Lhokseumawe benar-benar tidak mampu menggaji para THL, di tahun 2021, pihaknya hanya mampu membayar gaji untuk mereka hanya 9 bulan, dan TPK untuk ASN juga hanya mampu membayar 9 bulan.

Lebih rinci Kabag Humas Kota Lhokseumawe, Marzuki menjelaskan, jumlah ASN di kota itu sebanyak 3.153 orang, 277 tenaga honor daerah dengan grade A dengan jumlah gaji per bulan Rp800 ribu, sebanyak 1.506 tenaga honor kategori B dengan gaji per bulan Rp500 ribu, dan THL yang jumlahnya mencapai 2.753 orang dengan honor Rp300 ribu per bulan. Total jumlah honorer di Lhokseumawe sebanyak 4.812 orang untuk semua grade.

Kebijakan Pemko Lhokseumawe merasionalisasikan jumlah tenaga honor, sebut Marzuki, tak lain adalah ketidakmampuan keuangan daerah yang tidak mampu lagi untuk melakukan penggajian.

Pelaksanaan pengurangan tenaga honor di jajaran Pemko Lhokseumawe ini akan dilakukan bertahap, sehingga nantinya didapati jumah tenaga honor yang layak dan sesuai dengan kebutuhan kemampuan keuangan daerah.

Karena kondisi keuangan Pemko Lhokseumawe yang sudah tidak memungkinkan lagi membayar honor, maka diminta kepada 2.753 orang tenaga harian lepas (THL) mencari peluang kerja di tempat yang lain, demi masa depan ekonominya yang lebih baik lagi.

“Bekerjalah di tempat yang lain, kami sudah tidak sanggup membayar honor kalian lagi,” demikian Wali Kota Lhokseumawe yang disampaikan oleh Kabag Humas, Drs. Marzuki melalui siaran pers yang dikirim kepada Waspada.id kemarin. WASPADA/Maimun Asnawi, S.HI, M.Kom.I

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *