Waspada
Waspada » BC Langsa Tangkap L300 Bermuatan Bawang Ilegal Asal Thailand
Aceh

BC Langsa Tangkap L300 Bermuatan Bawang Ilegal Asal Thailand

 

LANGSA (Waspada): Bea Cukai Langsa, Sabtu (20/2) menangkap mobil Mitsubishi L-300 di Kecamatan Seruwai, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh membawa ± 100 karung bawang merah ilegal (dengan perkiraan masing-masing karung seberat ± 20 kg) diduga berasal dari Thailand tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan.

Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa, Tri Hartana melalui Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Iwan Kurniawan mengatakan, ditangkapnya mobil berisikan bawang tersebut berawal dari sekira pukul 07:00, tim mendapat informasi adanya kapal yang melakukan kegiatan bongkar-muat barang impor bawang merah berasal dari Thailland di wilayah Sungai Keruk, Tamiang.

Selanjutnya tim melakukan pendalaman informasi tersebut, akhirnya didapat informasi adanya 1 mobil jenis pick up Mitsubishi L-300 yang terparkir di salah satu rumah dicurigai sebagai tempat penimbunan bawang tersebut.

Setelah tim berhasil memastikan bawang eks impor tersebut berada dalam mobil L300 dan mengetahui bawang tersebut akan dibawa ke sekitar Kota Langsa. Kemudian tim melakukan pengejaran terhadap mobil L300 tersebut dan tim akhirnya memberhentikan mobil tersebut di sekitar daerah Tanah Merah, Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruwa.

“Hasil pemeriksaan, diketahui mobil yang dikendarain oleh seorang oknum aparat kedapatan mengangkut bawang merah eks impor tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabenan. Selanjutnya pelaku bersama barang hasil penindakan (sarana pengangkut berupa mobil & bawang merah) dibawa ke kantor Bea Cukai Langsa informasi dan penanganan lebih lanjut,” sebutnya.

Sanksi hukum terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan, yaitu: “Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana enjara paling lama sepuluh tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000 dan paling banyak Rp5.000.000.000.

Diungkapkannya lagi, sebagai wujud nyata dari salah satu fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yaitu Community Protector, Bea Cukai Langsa terus gencar dalam melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal yang dilakukan oleh para penyelundup khususnya di bawah wilayah pengawasan Bea Cukai Langsa.

“Upaya penindakan kali ini merupakan bukti keseriusan dan kegigihan Bea Cukai dalam memberantas barang-barang ilegal dan menutup pintu masuk para penyelundup ke wilayah Indonesia. Tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, melainkan upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara,” tandasnya.(b13)

Waspada/dede
Mobil Mitsubishi L-300 membawa bawang merah ilegal asal Thailand di Kecamatan Seruwai, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang diamankan di gudang Bea Cukai tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabeanan, Senin (22/2).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2