Waspada
Waspada » BC Langsa Musnahkan Rokok Ilegal, Bibit Kelapa dan Pakan Ternak
Aceh

BC Langsa Musnahkan Rokok Ilegal, Bibit Kelapa dan Pakan Ternak

 

LANGSA (Waspada): Bea Cukai Langsa melakukan pemusnahan rokok ilegal, bibit kelapa dan pakan ternak ilegal di Tempat Penimbunan Akhir (TPA), Jalan Gedebang Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Kamis (25/2).

Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa, Tri Hartana mengatakan, Barang Milik Negara (BMN) eks penindakan di bidang kepabeanan dan cukai yang dimusnahkan sebanyak 1.021.320 batang rokok ilegal, 22 buah bibit kelapa sebanyak 1 koli dan 5 buah pakan ternak sebanyak 1 koli dengan perkiraan total nilai barang senilai Rp1.037.813.921. Sementara total kerugian negara senilai Rp479.413.213.

Sebelumnya, ungkap Iwan, BMN berupa rokok ilegal, bibit kelapa, dan pakan ternak tersebut merupakan barang bukti hasil penindakan dari kegiatan operasi pasar dan patroli darat oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Langsa sepanjang Agustus hingga Desember tahun 2020 kemarin.

Untuk prosedur pemusnahan BMN tersebut dilakukan dengan cara dipotong kemudian dibakar guna untuk menghilangkan fungsi utamanya, lalu diakhiri dengan ditimbun menggunakakan tanah.

Berdasarkan Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 1995 Tentang Cukai menyebutkan bahwa barang kena cukai (BKC) dan barang lain yang berasal dari pelanggar tidak dikenal dikuasai negara dan berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Apabila dalam jangka waktu empat belas hari sejak dikuasai negara pelanggarnya tetap tidak diketahui, barang kena cukai dan barang lain tersebut maka ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN), juga berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 178/PMK.04/2019 tentang penyelesaian terhadap barang yang dinyatakan tidak dikuasai, barang yang dikuasai negara, dan barang yang menjadi milik negara, dalam hal barang dan/atau sarana pengangkut ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai dapat langsung ditetapkan sebagai Barang yang Dikuasai Negara (BDN) dan apabila dalam jangka waktu 30 hari hari sejak disimpan di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP, barang dan/atau sarana pengangkut tersebut tidak dapat diselesaikan kewajiban pabeannya oleh pemiliknya maka atas BDN tersebut langsung dinyatakan menjadi Barang yang menjadi Milik Negara (BMN).

Bea Cukai Langsa berharap dengan diadakanya pemusnahan BMN eks penindakan dibidang kepabeanan dan cukai ini, masyarakat dapat teredukasi serta menghindari untuk membeli, mengkonsumsi, maupun memproduksi barang-barang ilegal.

Lanjutnya, ke depannya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Bea Cukai Langsa akan terus meningkatkan kegiatan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami berharap dapat meningkatkan kerjasama yang baik dengan instansi penegak hukum lainnya serta tak kalah pentingnya kami sangat mengharapkan peran serta dari masyarakat dalam membantu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melaksanakan tugas dan fungsinya, baik dengan memberikan informasi-informasi terjadinya pelanggaran ketentuan, maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat mematuhi ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai,” tandasnya.(b13)

Waspada/dede
Bea Cukai Langsa saat melakukan pemusnahan rokok ilegal, bibit kelapa dan pakan ternak ilegal di Tempat Penimbunan Akhir (TPA) di Jalan Gedebang Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Kamis (25/2).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2