Waspada
Waspada » Bawang Merah Brebes Dikembangkan Di Aceh Tamiang
Aceh Ekonomi

Bawang Merah Brebes Dikembangkan Di Aceh Tamiang

Para petani Kampung Matang Tepah, Kec Bendahara, Aceh Tamiang saat melakukan penanaman budidaya bawang merah Brebes di areal dua hektar. Bawang merah Brebes dikembangkan di Aceh Tamiang. Waspada/Yusri
Para petani Kampung Matang Tepah, Kec Bendahara, Aceh Tamiang saat melakukan penanaman budidaya bawang merah Brebes di areal dua hektar. Bawang merah Brebes dikembangkan di Aceh Tamiang. Waspada/Yusri

KUALASIMPANG (Waspada): Bawang merah Brebes dikembangkan di Aceh Tamiang. Kendatipun dalam masa pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan berakhirnya, tetapi tidak menyurutkan hasrat kelompok tani di Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengembangkan tanaman bawang merah Brebes, Jawa Tengah di daerah ini yang dinilai cukup potensial. Terlebih lagi usaha ini upaya meningkatkan pendapatan para petani sendiri.

Adapun usaha sektor pertanian pengembangan tanaman bawang merah tersebut kini sedang digalakkan oleh kelompok tani Tepah Jaya, Kampung Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang dengan luasan arealnya mencapai dua hektar di Kampung Matang Tepah.

Hebatnya lagi, Kelompok Tani Tepah Jaya sengaja menghadirkan dua orang petani penangkar bawang merah Brebes dari pulau Jawa (Brebes) untuk membantu proses budidaya bawang merah tersebut di Aceh Tamiang serta masyarakat petani Kampung Matang Tepah bisa belajar untuk budidaya bawang merah ini menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Sementara itu, Erwinsyah, Ketua Kelompok Tani Tepah Jaya Kampung Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, kepada Waspada Selasa (6/10) mengatakan, usaha ini dilakukannya agar petani di daerahnya dapat mengetahui secara detail tentang tata cara budidaya bawang merah sehingga dapat menuai hasil produksi secara maksimal nantinya.

“Saya sengaja mendatangkan dua orang petani penangkar bawang merah dari Brebes, disamping untuk pengembangan bawang merah di tingkat kelompok tani, juga kita bisa memperoleh ilmu tentang cara pengembangan bawang merah dimaksud,” ujar Erwinsyah yang akrab disapa Win Gayo seraya mengungkapkan, para petani juga tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Menurutnya, dalam hal pembudidayaan bawang merah yang dijalankan kelompok tani Tepah Jaya saat ini bibit dan hamparan plastik merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Propinsi Aceh untuk areal seluas dua hektar.

“Dalam penggarapan lahan sampai tanam melibatkan 30 orang petani Kampung Matang Tepah dengan harapan para petani yang terlibat dapat menggali ilmu dari dua orang petani penangkar bawang merah Brebes,” harap Erwinsyah yang juga Wakil Ketua II KTNA Aceh Tamiang.

Dijelaskannya, pengembangan bawang merah yang dilakukan kelompoknya tersebut saat ini dengan menggunakan umbi bawang merah dan bukan bijian.

“Jadi keunggulan dari umbi bawang merah ini bisa mempercepat panen dan hasil panennya lebih banyak yaitu dalam kurun waktu 90 hari sudah dapat dipanen serta perkiraan target untuk perhektar harus menghasilkan 15 – 20 ton,” pungkas Erwin Gayo.(b15).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2