Waspada
Waspada » Banyak Warga Dari Sumut Lolos Masuk Ke Aceh
Aceh

Banyak Warga Dari Sumut Lolos Masuk Ke Aceh

Pintu gerbang perbatasan Aceh-Sumut di perbatasan Kabupaten Aceh Tamiang-Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Waspada/Ist.

KUALASIMPANG (Waspada): Belum ada Posko pemeriksaan Covid-19 bagi warga yang datang dari arah Langkat –Medan, Sumatera Utara masuk ke Provinsi Aceh.

Akibatnya banyak warga yang lolos masuk ke Aceh karena menghindari Pos Pemeriksaan di Depan Terminal Bus Kota Kualasimpang menempuh jalan lain karena belum ada Pos Pemeriksaan di Pintu Gerbang Perbatasan Aceh-Sumut, Selasa (31/3).

Akibatnya, menurut pantauan Waspada, Selasa (31/3), banyak warga yang lolos dari pemeriksaan ketika masuk ke Provinsi Aceh ,baik warga pendatang dari luar Aceh maupun warga Aceh Tamiang yang pulang dari arah Sumatera Utara ke Aceh Tamiang dan begitu juga sebaliknya banyak warga dari arah Aceh yang lolos masuk ke Sumatera Utara.

Pasalnya, menurut pengamatan Waspada, Pihak Pemkab Aceh Tamiang atau Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 mendirikan Posko Pemeriksaan untuk mendeteksi Covid-19 di depan terminal bus Kota Kualasimpang.Lokasinya diperkirakan berjarak sekitar 15 KM dari Pintu Gerbang Perbatasan Aceh-Sumut.

Berdasarkan pengamatan Waspada, banyak warga yang datang dari arah Sumut naik bus dan kenderaan lain yang turun atau masuk mulai perbatasan Aceh –Sumut yaitu turun atau masuk di kawasan lewat pintu gerbang perbatasan itu mulai dari persimpangan Alur Mentawak, Kebun Tiga, Simpang Semadam, Alur Gantung, Simpang Tungkam, Sungai Liput, Simpang Palmerah depan pondok kelapa, Kebun Tengah, Persimpangan menuju Kampung Pangkalan ,Bukit Rata,Minuran depan persimpangan Gang Proyek lolos dari pemeriksaan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang.

Seharusnya, masih menurut analisis Waspada, upaya yang paling maksimal dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 masuk ke Aceh alangkah bijaksananya Pemerintah jika di pintu gerbang Perbatasan Aceh-Sumut disediakan Posko untuk mengantisipasi Covid-19 masuk ke Aceh Tamiang.

Sebab jika sampai ada yang lolos dari pemeriksaan petugas tentu saja sangat berbahaya bagi masyarakat Aceh Tamiang kalau sampai terjadi pandemik Covid-19 di Kabupaten yang dijuluki sebagai Bumi Muda Sedia.

Bahkan menurut pantauan Waspada, sejumlah warga yang mengenderai mobil, truk, becak mesin (betor) dan sepeda motor (kereta) ketika sampai di persimpangan Gang Proyek atau arah SMAN 2 Kejuruan Muda di Minuran itu untuk menghindari pemeriksaan dari petugas di posko depan terminal bus Kota Kualasimpang itu, mereka masuk melalui gang proyek itu untuk bisa masuk ke Aceh dan lolos dari pemeriksaan petugas deteksi Covid-19.Sehingga banyak warga yang lolos masuk ke Provinsi Aceh.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Senin (30/3) jumlah angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) sehubungan merebaknya Covid-19 semakin meroket di Kabupaten Aceh Tamiang, namun belum ada angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten yang berbatasan langsung Provinsi Aceh dengan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara tersebut.

Menurut data yang dikutip dari laman website Dinkes Aceh, hingga Senin (30/3) Informasi Perkembangan Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 (Corona) untuk Kabupaten Aceh Tamiang ada 49 berstatus ODP dan belum ada yang berstatus PDP.

Azuana yang merupakan warga Aceh Tamiang kepada Waspada menyatakan, seharusnya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau Pemkab Kabupaten Aceh Tamiang supaya lebih efektif dan maksimal untuk pencegahan dan penangan Covid-19 mendirikan Posko pemeriksaan di Pintu Gerbang Perbatasan Aceh-Sumut atau bisa juga mendirikan Posko di Komplek Jembatan Timbang Semadam supaya tidak ada warga yang datang dari arah Sumatera Utara lolos dari pemeriksaan.

Hal senada juga dikatakan oleh Walet Tamiang yang juga warga Aceh Tamiang mengatakan, kalau posko di depan terminal bus Kualasimpang itu masih kurang maksimal karena banyak warga yang turun di kawasan Kejuruan Muda dan ada juga warga yang menghindari pemeriksaan menempuh jalan lewat Gang Proyek tembusnya ke Kota Kualasimpang dan selanjutnya menuju daerah lain di Aceh.

Ka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri ketika dikonfirmasi Waspada di Pos Pemeriksaan Covid-19 yang berlokasi di depan Terminal Bus Kota Kualasimpang, memberikan alasan tentang pihak Pemkab Aceh Tamiang tidak mendirikan Posko Pemeriksaan terhadap supir dan penumpang bus dan truk di Pintu Gerbang Perbatasan Aceh-Langkat Tamiang,Sumatera Utara karena kondisi badan jalan di pintu gerbang perbatasan sangat sempit sehingga rumit jika dididirikan pos pemeriksaan dan pemantauan Covid-19 di Pintu Gerbang Perbatasan Aceh Tamiang-Langkat,Sumatera Utara. “Makanya pos didirikan di depan terminal bus Kota Kualasimpang dan bukan di Perbatasan Aceh-Sumut,” tegas Syahri.

Syahri memberikan argumentasi terkait adanya warga dari arah Sumut yang turun di kawasan sebelum sampai di Posko Pemeriksaan Covid-19 di depan terminal sehingga lolos dari pemeriksaan petugas, nanti jika warga sampai di kampung atau alamat yang dituju warga yang masuk itu tentu saja jika ada yang sakit akan di periksa oleh petugas kesehatan yang ada di daerah masing-masing.

Ketika Waspada menyarankan jika badan jalan sempit di pintu gerbang perbatasan Aceh-Sumut, bisa saja komplek Jembatan Timbang Semadam di jadikan Plposko pemeriksaan atau deteksi Covid-19 bagi kenderaan atau warga yang masuk ke Aceh Tamiang, Syahri tetap berdalih sulit juga jika komplek Jembatan Timbang Semadam yang berada di tepi jalan Medan-Banda Aceh itu untuk dijadikan posko pencegahan dan penanganan Covid-19 karena lokasinya juga sempit.

“Tidak ada masalah itu tidak ada posko di perbatasan Aceh-Sumut, kalau ada yang lolos dari pemeriksaan di posko ini, nanti tentu saja kalau ada yang sakit bisa diperiksa di Puskesmas di daerahnya masing-masing,” kilah Ka.BPBD Aceh Tamiang memberikan argumentasinya.(b23)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2