Waspada
Waspada » Banjir Luapan Sungai Serang Abdya
Aceh

Banjir Luapan Sungai Serang Abdya

Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, didampingi Kepala BPBK Amiruddin, menerima bantuan sandang dan pangan dari BPBA. Bertempat di gudang logistik BPBK, Rabu (29/1). Waspada/Syafrizal
Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, didampingi Kepala BPBK Amiruddin, menerima bantuan sandang dan pangan dari BPBA. Bertempat di gudang logistik BPBK, Rabu (29/1). Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Banjir luapan sungai akibat guyuran hujan kembali menyerang daerah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Akibatnya, sejumlah titik, terutama jalan lintas nasional kembali direndam banjir.

Kali ini, banjir luapan sungai akibat hujan deras ini, melanda jalan lintas nasional Blangpidie-Meulaboh, kawasan jalan nasional lokasi Desa Ie Mirah, Kecamatan Babah Rot, Abdya. Jalan tersebut direndam banjir pada Selasa malam (28/1) lalu, sekitar pukul 19.00 WIB.

Dimana, rendaman banjir di jalan lintas nasional itu, diakibatkan dari luapan aliran Sungai Krueng Ie Mirah, menyusul peristiwa hujan lebat mengguyur kawasan itu, dari sore hingga malam hari. “Banjir luapan sungai mulai merendam badan jalan nasional, sekira pukul 19.00 WIB atau waktu magrib malam ini,” ungkap M Nasir, salah seorang warga setempat.

Rendaman banjir di akses satu-satunya jalan nasional lintas Blangpidie-Meulaboh tersebut, diperkirakan sepanjang kurang lebih 500 meter, berada di lokasi Dusun Kota Malaka, Desa Ie Mirah Kecamatan Babah Rot, atau tepatnya di badan jalan nasional antara simpang menuju Terangun, Kabupaten Gayo Lues, hingga mencapai lokasi kepala jembatan di atas badan sungai Krueng Ie Mirah.

Selain merendam badan jalan, dengan ketinggian air antara 30 sampai 60 cm, banjir juga sudah memasuki pemukhiman penduduk kawasan itu. Bahkan, sejumlah rumah mulai dimasuki air, khususnya rumah penduduk di Dusun Kota Malaka.

Banjir juga merendam badan jalan dari Dusun Kota Malaka Desa Ie Mirah, menuju Desa Kubang Gajah, atau jalan menuju Pelabuhan Teluk Surien. Diperkirakan, badan jalan menuju Pelabuhan Teluk Surien yang terendam, kurang lebih sepanjang hampir 1 km.

Sebagaimana diketahui, badan jalan nasional Ie Mirah, memang sering terendam banjir luapan sungai, yang diakibatkan hujan deras. Imbasnya, tiap kali banjir merendam kawasan itu, bahu jalan, termasuk permukaan jalan rusak digerus banjir.

Terima Bantuan Logistik

Karena sering dilanda banjir luapan sungai, sebagai bentuk perhatiannya, Pemerintah Provinsi Aceh Rabu (29/1), menyalurkan bantuan logistik bencana alam, berupa sandang pangan.

Penyaluran bantuan logistic dari Pemprov Aceh, melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kepada Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya itu, diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan, atau terkena dampak bencana.

Kepala BPBK Abdya Amiruddin S.Pd mengatakan, sejumlah logistik itu langsung diserahkan oleh Iskandar, selaku Kasi Logistik BPBA, mewakili Kepala BPBA Abdya Ir Sunawardi MSi. Penyerahan bahan pangan dan sandang itu sendiri, juga disaksikan Wakil Bupati Abdya Muslizar MT. Bertempat di gudang logistik BPBK setempat.

Amir menyebutkan, sejumlah logistik itu terdiri dari bahan pangan, berupa beras 350 sak, minyak goreng 50 kg, air mineral 300 dus, mie Iistan 500 dus, telur 6.000 butir, gula 100 kg dan ikan kaleng sebanyak 480 kaleng.

Sedangkan untuk sandang, berupa kain sarung sebanyak 100 lembar dan handuk juga 100 lembar. “Semua barang tersebut sudah kita simpan di gudang logistik BPBK, yang sewaktu-waktu dapat kita gunakan, untuk keperluan bencana alam atau hal lainnya,” sebut Amiruddin.

Menurutnya, Abdya sangat rawan dengan benca banjir. Dimana, baru-baru ini ratusan rumah warga terendam banjir luapan sungai. “Tadi malam juga beberapa rumah warga sempat terendam banjir, namun air hanya sebentar menggenangi pemukiman warga antara 1-3 jam,” katanya.

Untuk wilayah yang sering dilanda banjir ada beberapa titik, seperti di Kecamatan Babah Rot kawasan Desa Ie Merah, Kecamatan Blangpidie di Desa Kuta Bahagia, Kecamatan Tangan-Tangan di Desa Mesjid dan Padang Kawa, serta Kecamatan Manggeng di Desa Tokoh dan Sejahtera. Sedangkan untuk Kecamatan Lembah Sabil, di Desa Tokoh II dan sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya Muslizar MT berharap, bantuan logistik tersebut bisa dimanfaatkan dengan benar, untuk masyarakat yang sangat membutuhkan. Jangan sampai bahan pangan dan sandang itu, bisa kadaluarsa tersimpan di gudang logistik BPBK. “Jika ada masyarakat yang terkena musibah, salurkan dengan segera. Jangan ditahan-tahan, karena bantuan itu untuk keperluan masyarakat, bukan untuk disimpan,” demikian Wabup Muslizar MT.(cza)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2