Bangunan Kios Dana CSR PT Rapala Terkesan Program Gagal

- Aceh
  • Bagikan
Inilah kondisi bangunan kios yang dibangun melalui dana CSR PT Rapala di kota Kualasimpang, Aceh Tamiang yang terlantar dan rusak. Waspada / Yusri
Inilah kondisi bangunan kios yang dibangun melalui dana CSR PT Rapala di kota Kualasimpang, Aceh Tamiang yang terlantar dan rusak. Waspada / Yusri

KUALASIMPANG (Waspada) : Sebanyak 30 unit kios yang dibangun melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Rapala di pusat kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah rampung pada akhir Desember 2019 lalu. Namun, kondisi bangunan tersebut terbengkalai serta mengesankan seperti program gagal.

Ironisnya, selain tidak ada yang menempati bangunan kios – kios berkonstruksi permanen tersebut, akibatnya kondisi sekarang ini sebanyak 10 unit kios itu tampak sudah hilang bagian atapnya, begitu halnya juga dengan pintu – pintu kios itu yang terbuat dari kayu ikut raib.

Informasi diperoleh Waspada.id, Selasa (7/12) menyebutkan, adapun 30 unit bangunan kios tersebut dibangun di lahan bekas yayasan sekolah Cina dan sekarang status tanah tersebut diklaim menjadi aset daerah sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 280/KM,6/2014 Tentang penyelesaian status kepemilikan aset bekas milik asing/Cina tanah kosong (DH.EX SDN No.4,5,6 kantor / rumah tinggal dan lapangan bola,bsaket) seluas 3.638,1 meter persegi di jalan A. Yani, Kualasimpang, Aceh Tamiang.

Bahkan sebelumnya disebut-sebut juga, pembangunan kios-kios tersebut merupakan bahagian dari penataan kota Kualasimpang yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, terutama pedagang buah yang tergusur dari lokasi ujung jembatan Kualasimpang pada pertengahan tahun 2019 lalu. Namun, kios – kios dengan konstruksi permanen itu hingga Desember 2021 terlihat belum ada yang menempatinya.

Pada lokasi tersebut, bukan hanya dana CSR PT Rapala yang berkisar Rp 500 juta terbuang sia-sia, tetapi dinas terkait dijajaran Pemkab Aceh Tamiang juga melakukan pemasangan paving block agar lokasi bangunan kios ini menjadi indah dan tidak becek saat hujan turun. Namun, dihalaman yang sudah terpasang paving block terlihat telah tumbuh rerumputan dan tumpukan sampah.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto,ST terkait hal tersebut sangat menyayangkan bangunan kios yang sudah selesai dibangun itu tidak berfungsi sebagaimana telah di programkan pemerintah daerah. “ Apalagi sampai terlantar begitu saja seperti terlijat saat ini,” ujarnya.

Lanjut Suprianto, seharusnya dana CSR perusahaan yang sudah dikucurkan itu bisa memberikan mamfaat bagi masyarakat, “ semestinya, Pemkab Aceh Tamiang harus mencarikan solusi terhadap fasilitas yang telah terbangun dapat di fungsikan, jangan ditelantarkan,” demikian pungkas Ketua DPRK Aceh Tamiang. (b15).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *