Waspada
Waspada » UPTD Metrologi Disperindagkop Diharap Terus Tera Ulang Alat UPPT
Aceh Ekonomi

UPTD Metrologi Disperindagkop Diharap Terus Tera Ulang Alat UPPT

Wakil Wali kota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid MM saat meninjau tera ulang yang dilaksanakan Disperindagkop Kota Langsa di Polmas, Kec. Langsa kota, Selasa (24/11). UPTD Metrorologi Disperindagkop diharap terus tera ulang alat UPPT. Waspada/dede
Wakil Wali kota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid MM saat meninjau tera ulang yang dilaksanakan Disperindagkop Kota Langsa di Polmas, Kec. Langsa kota, Selasa (24/11). UPTD Metrorologi Disperindagkop diharap terus tera ulang alat UPPT. Waspada/dede

LANGSA (Waspada):  UPTD Metrologi Disperindagkop diharap terus tera ulang alat UPPT. Wakil Wali Kota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid MM, mengharapkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Disperindagkop untuk terus melakukan tera ulang, alat ukur, takar, timbang dan perlengkapan (UTTP) di pusat pasar dan pedagang di Kota Langsa.

“Kami Pemerintah Kota Langsa meminta UPTD Metrologi Disperindagkop agar terus melakukan pengecekan, memverifikasi atau tera ulang seluruh timbangan para pedagang di Kota Langsa, terutama pasar induk,” sebutnya saat tera ulang yang dilaksanakan Disperindagkop Kota Langsa di Polmas, Kec. Langsa kota, Selasa (24/11).

Menurutnya, timbangan sangat penting ditera ulang untuk melihat akurasinya dan akuntabilitas pada alat ukur tersebut.

“Kepada para pedagang diharapkan partisipasi dan proaktif dengan membawa timbangan sehingga barang dagangannya itu ketika transaksi jual beli dalam keadaan yang benar, tidak ada yang dirugikan sehingga mendapat rezeki yang halal,” terang Marzuki Hamid.

Sementara Plt. Kepala Disperindagkop, Syamsul Bahri SE menambahkan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diwajibkan bagi para pedagang untuk tera ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapan (UTTP) supaya para konsumen tidak dirugikan.

Apalagi, kata dia, konsep Disperindagkop Langsa memiliki wacana agar daerah tersebut menjadi kota jasa yang bersyari’at.

“Kami sudah memiliki agenda setiap awal bulan turun ke kecamatan meminta para Geuchik untuk menginfokan kepada warga yang memiliki timbangan untuk dilakukan tera dan Disperindagkop siap memfasilitasi,” ujarnya.

“Kita daerah Syari’at Islam, jadi tera ulang harus mencerminkan nilai-nilai Islam dalam jual beli, artinya kita sangat menginginkan Kota Langsa sebagai kota jasa yang mandiri dan bersyari’at,” tandas Syamsul Bahri. (b13)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2