Waspada
Waspada » Atim Layak Dikembangkan Kelapa Pandan Wangi
Aceh Ekonomi

Atim Layak Dikembangkan Kelapa Pandan Wangi

ANGGOTA Komisi IV DPR RI, Muslim SHI, MM (4 kanan) bersama pemateri berfoto dengan puluhan petani dan penyuluh di sela-sela Bimtek Pertanian dan Penyuluhan di Hotel The Royal Idi, Aceh Timur, Rabu (13/1). Atim Layak Dikembangkan Kelapa Pandan Wangi. Waspada/M. Ishak
ANGGOTA Komisi IV DPR RI, Muslim SHI, MM (4 kanan) bersama pemateri berfoto dengan puluhan petani dan penyuluh di sela-sela Bimtek Pertanian dan Penyuluhan di Hotel The Royal Idi, Aceh Timur, Rabu (13/1). Atim Layak Dikembangkan Kelapa Pandan Wangi. Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, sangat layak dikembangkan kelapa pandan wangi. Bahkan disarankan untuk seluruh lahan tidur dalam 24 kecamatan agar segera dilakukan pengolahan secara baik dan teratur.

“Lahan-lahan tidur di daerah ini masih luas. Jika tidak difungsikan, sebaiknya segera dijadikan lahan untuk ditanami kelapa pandan wangi, apalagi harga jualnya tinggi dan kesejahteraan petani tentu akan lebih meningkat,” kata Anggota Komisi IV DPR RI, Muslim SHI, MM, kepada Waspada.id, usai membuka Bimbingan Teknis Bagi Penyuluh Pertanian dan Penyuluh di Hotel The Royal Idi, Aceh Timur, Rabu (13/1).

Menurut dia, kelapa pandan wangi merupakan salah satu kelapa eksotik dengan karakter spesifik pada buahnya. Aroma wangi pandan pada sabut, air dan isi buahnya serta citarasa pandan dan manis pada air dan isi. Tanaman kelapa pandan wangi tersebut juga cepat berbuah dan mudah perawatannya.

“Tumbuhnya cepat dan buahnya banyak serta perawatannya mudah. Jadi sangat layak kita kembangkan di Aceh, khususnya di Aceh Timur. Jadi, jika memiliki lahan 1-2 hektar yang masih ‘tidur’ silahkan dikembangkan kelapa pandan wangi ini,” ajak Muslim, seraya meminta, penyuluh dan tokoh tani yang sudah bergabung menyampaikan informasi tersebut ke petani di Aceh Timur.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbantan) Sumatera Utara, bersama Komisi IV DPR RI. Para pemateri yang diundang antara lain Zulfan alias Pak Tani (Aceh Timur), Jasman P Silitonga (Medan), dan Armijal (Jakarta).

Materi yang disampaikan antara lain berkaitan dengan pembuatan pupuk organik dari bahan dapur, penanaman kelapa pandan wangi dan materi tentang kreatif petani dalam menghadapi pandemic COVID-19

Beberapa pejabat dalam sesi pembukaan juga hadir seperti Kepala Dinas Penyuluhan dan Pertanian, Muslim, dan anggota DPR Aceh, Muhammad Yunus, serta anggota DPR Aceh Timur, Rasyidin. Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup Muslim, SHI, MM, dari Komisi IV DPR RI. (b11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2