banner 325x300

Apdesi Minta Pemko Langsa Pertimbangkan Permintaan Warga

  • Bagikan
Camat Langsa Barat, Ridwanullah saat bertemu tokoh masyarakat, Tuha Peut dan sejumlah perangkat gampong di Kantor Geuchik Matang Seulimeng, Jumat (3/4) malam. Waspada/Munawar
Camat Langsa Barat, Ridwanullah saat bertemu tokoh masyarakat, Tuha Peut dan sejumlah perangkat gampong di Kantor Geuchik Matang Seulimeng, Jumat (3/4) malam. Waspada/Munawar

LANGSA (Waspada) Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kota Langsa, HM Yusuf Rani meminta Pemerintah Kota Langsa mempertimbangkan permintaan warga Matang Seulimeng terkait penunjukan Penjabat Pj Geuchik yang dinilai tergesa-gesa.

“Siapapun yang diangkat sebagai Pj Geuchik, tidak boleh tergesa-gesa mengingat masa sisa jabatan dari Alm Jufri Isnaini lebih dari satu tahun. Untuk itu harus dilakukan musyawarah gampong untuk memilih geuchik Pergantian Antar Waktu (PAW), seperti yang telah dilakukan terhadap Gampong Telaga Tujuh dan Gampon Blang Pase.

Sambungnya, penyelenggaraan musyawarah desa khusus untuk pemilihan kepala desa antar waktu diatur dalam Permendagri Nomor 110 tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Begitu juga dengan UU Nomor 6 Tentang Desa tahun 2014, pasal 46, 47 dan Permendagri nomor 65 tahun 2017 tentang pemilihan Kepala Desa.

Dalam hal ini, pihaknya melihat lebih baik Pj. Geuchik merupakan warga setempat atau penjabat yang sudah ada, karena orang tersebut sudah memahami situasi dan kondisi serta karakter masyarakat gampong setempat, imbuh Ketua Apdesi.

Sementara, Camat Langsa Barat, Ridwanullah, SSTP dihadapan Tuha Peut dan Perangkat Gampong Matang Seulimeng mengatakan, hal itu dilakukan dalam upaya penanganan dan pencegahan virus corona (Covid-19) dan pertimbangan terkait pengeseran annggaran untuk kebutuhan terkait corona dan lainnya.

Menurutnya, pengangkatan dan penunjukan Pj. Geuchik tersebut tidak mesti dari perangkat gampong setempat. Pengangkatan dan penunjukan Pj. Geuchik tersebut oleh Pemko Langsa berdasarakan musyawarah dan keterlibatan banyak pihak.

Selaku perpanjangan Pemko Langsa, jajaran pihak kecamatan juga merasa kehilangan sosok tokoh gampong Matang Seulimeng. Ridwanullah, mengharapkan kepada para Tuha Peut dan perangkat gampong lainnya untuk mengkondisivitas masyarakat dan hal-hal lainnya yang berkenaan dengan program dan pembangunan di desa.

Pelantikan Pj. Geuchik terlalu tergesa-gesa

Ketua Tuha Peut Gampong (TPG) Matang Seulimeng M. Yahya Juned, di kantor Geuchik setempat, Jumat (2/4) menilai Pelantikan Pj. Geuchik terlalu tergesa-gesa dan masih terlalu prematur dilakukan oleh pihak Pemko Langsa yang direncanakan, Jumat (3/4) hari ini di Kantor Camat Langsa Barat.

Lanjutnya, sebagai mana kita ketahui, pucuk pimpinan gampong kami, Alm. Jufri Isnaini baru beberapa hari meninggal dunia. Semestinya, pihak Pemko Langsa berilah ketenggangan waktu bagi aparatur dan masyarakat gampong karena masih dalam suasana duka yang mendalam atas kepergian Alm Jufri Isnaini.

Semestinya, Pemko Langsa arif dan bijaksana dalam melihat situasi dan kondisi di lapangan, jangan sampai ketika diambil keputusan dan kebijakan menambah luka hati masyarakat. “Apalagi, almarhum merupakan geuchik terpilih dua periode yang sudah mengabdi sekira tujuh tahun,” ujarnya.

Sambungnya, dengan penunjukan dan pengangkatan Pj. Geuchik ini kami menduga ada skenario tertentu. Oleh karena itu kami selaku orang tua gampong, menolak keberadaan Pj. Geuchik yang terkesan ada unsur politis itu.

“Apabila masih juga dilaksanakan penetapan tanpa koordinasi, maka kami tidak akan bekerjasama dengan pejabat tersebut untuk menjalankan roda pemerintahan di Gampong Matang Seulimeng dan akan kami kembalikan stempel,” pungkasnya.(cmw)

  • Bagikan