Angka Kematian Ibu Dan Bayi Di Pidie Tinggi, Kadis Kesehatan Bentuk GSP2A

Angka Kematian Ibu Dan Bayi Di Pidie Tinggi, Kadis Kesehatan Bentuk GSP2A

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika Husnayanti Aboebakar, SpOG (K) bersama Wabup Pidie Fadhlullah TM Daud, ST launching kegiatan Gerakan Solidaritas Peureumeun AKI dan AKB (GSP2A), Kamis (5/8). Waspada/Muhammad Riza
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika Husnayanti Aboebakar, SpOG (K) bersama Wabup Pidie Fadhlullah TM Daud, ST launching kegiatan Gerakan Solidaritas Peureumeun AKI dan AKB (GSP2A), Kamis (5/8). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Menyusul tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Kadis Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika Husnayanti Aboebakar, SpOG (K) membentuk Gerakan Solidaritas Peureumeun AKI dan AKB (GSP2A).

“Jadi ini kami bentuk sebagai salah satu aksi kita untuk bersama-sama menurunkan kematian ibu dan bayi,” kata dr Ika sapaan akrab dr Arika Husnayanti Aboebakar. Penegasan ini disampaikannya, saat ia melakukan Launching GSP2A di Puskesmas Kota Sigli, Kamis (5/8).

Kata dr Ika, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, pada tahun 2020 angka kematian ibu sebanyak 15 orang, angka bayi meninggal dalam kandungan sebanyak 82 bayi, lalu untuk kematian bayi sudah lahir sebanyak 118 bayi, dan jumlah balita meninggal sebanyak 7 balita.

Selanjutnya, pada tahun 2021 sampai medio Juni, jumlah ibu meninggal sebanyak 7 orang, angka bayi meninggal dalam kandungan sebanyak 61 bayi, dan jumlah bayi lahir meninggal sebanyak 31 bayi.

Gerakan ini imbuh dr Ika, adalah gerakan ‘jemput bola’ yang dilakukan pihaknya dalam upaya menurunkan angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). “Gagasan ini muncul karena angka kematian ibu dan anak semakin meningkat,” ungkap dr Ika.

Karena itu, lanjut dr Ika, ia mengajak sejumlah kepala Puskesmas dan para dokter serta pihak-pihak lain yang peduli terhadap tingginya kasus ini di Pidie untuk bergerak, berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melakukan gerakan solidaritas, secara bersama-sama melakukan kegiatan tersebut walau tanpa pamrih.

Beberapa hal yang dilakukan pihaknya dalam kegiatan tersebut diantaranya Dinkes Pidie akan turun ke 26 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pidie, serta mendatangkan dokter-dokter spesialis anak dan Obgyn.

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST yang hadir pada acara launching kegiatan tersebut menegaskan, kegiatan Gerakan Solidaritas Peureumeun AKI dan AKB (GSP2A), ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan ini harus menjadi komitmen bersama, bahwa untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pidie.

Lanjut dia, siapapun pemerintah, ini merupakan tugas yang paling utama. “Saya kira Ibu Kadis Kesehatan Pidie bersama kawan-kawan yang lainnya ini sudah mengambil suatu langkah yang paling tepat. Karena gerakan ini merupakan gerakan langsung dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi,” ujarnya.

Kegiatan ini kata Fadhlullah, juga bisa dijadikan sebagai langkah kampanye untuk mengajak seluruh masyarakat agar komit terhadap isu ini. “Ini juga langkah untuk mengedukasikan masyarakat karena penurunan AKB dan AKI, tidak hanya tanggung jawab Dinkes. Tetapi tanggung jawab semua lintas sektor,” katanya. (b06)

 

  • Bagikan