Anggota Komisi B DPRK Lhokseumawe, Hj Nurhayati Aziz: “Terimakasih Pak Presiden” - Waspada

Anggota Komisi B DPRK Lhokseumawe, Hj Nurhayati Aziz: “Terimakasih Pak Presiden”

  • Bagikan

LHOKSEUMAWE (Waspada): Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Anggota Komisi B di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Hj Nurhayati Aziz berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Dana Abadi Pesantren.

Hal ini disampaikan Hj Nurhayati Aziz kepada Waspada.id, Kamis (18/11) siang di ruang kerja. Menurut Nurhayati, ini merupakan sesuatu yang harus disyukuri dan disambut gembira oleh seluruh lapisan masyarakat atas kepedulian Presiden Jokowi untuk pesantren (dayah-Aceh) di Indonesia.

“Saya secara pribadi dan sebagai anggota dewan serta sebagai Ketua DPC PKB di Lhokseumawe sangat berterimakasih kepada bapak presiden yang telah memberikan perhatian khusus untuk dayah atau pesantren di Indonesia. Masyarakat sudah menunggu cukup lama untuk hal seperti ini,” sebut Nurhayati Aziz.

Ke depan, sebut Hj Nurhayati Aziz, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terus menerus akan mengusahakan dengan apapun sanksinya atas nama santri dan pondok pesantren (dayah) berupaya untuk mendorong lahirnya Kementerian Pesantren. “Ini adalah cita-cita besar kami PKB. Mudah-mudahan, kita berdoa kepada Allah SWT agar keinginan ini terkabul hendaknya,” pinta Nurhayati.

Pada kesempatan itu Nurhayati kepada Waspada memberikan penjelasan tentang yang diatur dalam Perpres Dana Abadi Pesantren. Dalam Perpres tersebut mengatur tentang dana abadi pesantren yang sudah sejak dinantikan oleh kalangan pesantren.

Kemudian, Hari Santri Nasional (HSN) ditetapkan untuk diperingati pada setiap tanggal 22 Oktober di setiap tahunnya. Penetapan HSN dengan tujuan untuk sebuah teladan semangat jihad kead para santri tentang keindonesiaan yang sudah digelorakan oleh para ulama.

Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai HSN merujuk pada sebuha peristiwa bersejarah tentang seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

“Sebagai Ketua DPC PKB di Lhokseumawe saya benar-benar bangga dengan kerja keras Gus Muhaimin (Ketua Umum DPP PKB) yang juga sebagai Wakil Ketua DPR RI yang secara berkelanjutan terus mendorong agar pembangunan SDM dan infrastruktur bagi pesantren,” katanya.

Bukan hanya itu, kata Nurhayati, Gus Muhaimin juga pernah menyatakan, UU Pesantren mewajibkan pemerintah untuk menyediakan anggaran pesantren serta pembentukan dana abadi pesantren yang bersumber dari dana pendidikan.

Atas lahirnya Perpres Dana Abadi Pesantren No 82 tahun 2021 yang sudah diteken Presiden Jokowi sudah sangat tepat dan sudah sesuai dengan amanat konstitusi. Dengan lahirnya Perpres ini, Ketua Umum PKB itu berharap pesantren semakin maju.

“Kemarin saya mendengar kalau Gus Muhaimin menyebutkan, dana abadi pesantren merupakan hadirnya negara untuk menjaga keberlangsungan pesantren. Konstribusi pesantren sangat besar untuk negara ini, karena itu negara tidak boleh hadir setengah-setangah untuk persoalan ini,” kata Nurhayati mengutip ungkapan Gus Muhaimin.

Lebih detail Nurhayati Aziz menerangkan, sesuai dengan apa yang didengar dari Ketua Umum PKB, bahwa Fraksi PKB di DPR RI terus mendorong realisasi dana abadi pesantren sesuai amanah UU Pesantren Yng disahkan pada tanggal 24 September 2019. Saat itu DPR dan Pemerintah menyetuhui dana abadi pesantren dikucurkan dari dana abadi pendidikan.

“Pesantren itu adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Sistem Pendidikan Nasional. Terimakasih Pak Presiden atas perhatiannya kepada pondok pesantren di Indonesia,” sebut Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kota Lhokseumawe, Hj Nurhayati Aziz mengakhiri wawancara dengan Harian Waspada kemarin. (b07)

Keterangan Foto ; Ketua DPC PKB Kota Lhokseumawe menyambut kedatangan Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin saat mendarat di Bandara Malikussaleh Aceh Utara beberapa waktu lalu. Waspada/Ist

  • Bagikan