Waspada
Waspada » Anggota DPRK Atim Diduga Jual Rumah Bantuan Duafa
Aceh

Anggota DPRK Atim Diduga Jual Rumah Bantuan Duafa

KPA Sagoe Sungai Raya, Jainuddin, SE

SUNGAI RAYA (Waspada): Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur berinisial IH diduga jual rumah bantuan duafa di Sungai Raya, Aceh Timur.

KPA Sagoe Sungai Raya, Jainuddin, SE kepada wartawan di Sungai Raya, Rabu (26/2) mengatakan, anggota DPRK Aceh Timur, IH diduga melakukan sejumlah pengutipan uang kepada masyarakat penerima rumah bantuan duafa tahun 2018-2019 lalu.

Pengutipan tersebut bervariasi, mulai dari Rp10.000.000 hingga Rp15.000.000. Bahkan ironisnya, penerima rumah bantuan duafa tersebut bukan merupakan warga tidak mampu, melainkan warga mampu.

“Kondisi ini sepertinya sengaja diperjualbelikan IH untuk meraup keuntungan pribadi. Bahkan kemungkinan IH sudah melakukan pengutipan uang kepada masyarakat sejak sejak dari awal ketika duduk di DPRK,” ucapnya.

Jainuddin menjelaskan, seperti seorang warga Azhar yang menyerahkan uang Rp10.000.000 melalui Zainal diserahkan kepada IH untuk pembelian rumah duafa dan rumah tersebut hingga sekarang belum juga dibangun.

Hal yang sama juga dialami, M Ali, rumah yang dijanjikan belum juga terealisasi. Bahkan, uang Rp10.000.000 juga sudah diberikan kepada IH di Labuhan Keude dengan saksi Mansyur Hasbi.

Kemudian, Tgk Bahrom Walidin, warga Labuhan Keude, membayar Rp13.000.000 kepada IH. Namun rumah yang dibangun di Sinebok Punti, Peureulak Timur.

Selanjutnya, warga lainnya Mudin membayar Rp15.000.000 untuk rumah duafa dan yang mengambil uang Nurdin sebagai tuha peut Labuhan Keude, Sungai Raya untuk diserahkan kepada IH.

Sementara rumah yang dibangun di Labuhan Keude, tetapi Mudin tercatat sebagai warga Sinebok Pase.

Selanjutnya, Nurjannah, istri dari Nurdin memberikan uang Rp15.000.000 untuk pembelian rumah duafa, sementara rumah yang dibangun di Dusun Sepakat, sungaI Raya. Sedangkan uang Rp15.000.000 kepada IH melalui Nurdin.

“Fakta-fakta tersebut merupakan hasil penelusuran saya ke lapangan dengan menanyakan langsung kepada penerima bantuan rumah duafa,” sebutnya.

Jainuddin mengaku sangat menyesalkan tindakan IH yang mengutip biaya kepada penerima rumah bantuan, karena rumah tersebut tidak dibenarkan meminta uang kepada penerima rumah bantuan, apalagi diperjualbelikan.

Membantah

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur berinisial IH yang dikonfirmasi wartawan, membantah tudingan tersebut.

“Tidak benar, itu fitnah! Tunjukkan kepada saya jika bukti-bukti saya ada menerima uang pembelian rumah tersebut. Jangan asal tuding jika tidak ada bukti yang kuat. Ini hanya segelintir dari ketidaksenangan oknum yang ingin menjatuhkan kredibilitas saya di masyarakat,” tegasnya. (m43)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2