Waspada
Waspada » Anggota DPRK Aceh Tamiang Tampung Aspirasi Warga Matang Cincin
Aceh

Anggota DPRK Aceh Tamiang Tampung Aspirasi Warga Matang Cincin

Waspada /Ist Maulizar Zikri, anggota DPRK Aceh Tamiang saat melakukan reses di Kampung Matang Cincin, Kec Manyak Payed, Aceh Tamiang.

 

KUALASIMPANG (Waspada) : Anggota DPRK Aceh Tamiang, Maulizar Zikri menampung sejumlah aspirasi yang di sampaikan masyarakat Kampung Matang Cincin, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, terutama abrasi sungai di lintasan Kampung setempat yang mulai meresahkan warga.

Pasalnya, salah satu titik lintasan sungai Kampung Matang Cincin sudah mengancam dua rumah warga dan badan jalan. Kata Maulizar Zikri anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Nasdem kepada Waspada Selasa (23/2) di Tualang Cut.

Disebutkannya, keluhan warga tentang abrasi ini baru diketahuinya dari penyampaian masyarakat Matang Cincin dalam kegiatan reses yang dilaksanakan di kampung tersebut beberapa hari lalu.

“Terkait hal ini saya langsung menghubungi Kadis PUPR Aceh Tamiang agar dapat turun kelapangan untuk melakukan peninjauan yang selanjutnya bisa diambil langkah – langkah penanganan abrasi sungai ini, ” ungkap Maulizar Zikri dan menyampaikan, Alhamdulillah sudah direspon, saat ini beliau lagi ada kegiatan luar daerah.

Dikatakannya juga, selain itu banyak sekali persoalan petani, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat muncul saat digelar reses.

“Banyak masyarakat kita, khususnya para petani mengeluhkan kondisi areal persawahan tidak adanya pengairan,” terang Maulizar Zikri akrab disapa Dekdan.

Menurutnya,   persoalan ini hampir rata terjadi disejumlah kampung yang dikunjungi dalam kegiatan lakukan reses, disamping susahnya para petani mendapat air untuk persawahan, terungkap juga persoalan kelangkaan pupuk.

” Ya jadi komplek persoalannya dari air, pupuk bahkan nilai jual gabah yang selalu merosot saat masa panen,” cetus politisi muda dari Dapil Dua Aceh Tamiang.

Sedangkan untuk persoalan minimnya pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan serta infrastruktur yang saat ini belum merata.

” Reses untuk mengali, menampung dan menjaring aspirasi dari konstituennya, ” sebut Dekdan dengan mengemukakan, jadi apa persoalan di sampaikan warga harus ditanggapi yang selanjutnya menjadi catatan untuk di perjuangkan sesuai kemampuan daerah.

Seperti diketahui, pelaksanaan reses ini juga untuk mengawal program pemerintah di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing serta mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Reses adalah komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala, ini merupakan kewajiban anggota DPRK untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses,” jelasnya.

“Mereka mengusulkan untuk mengatasi persoalan areal yang belum mendapatkan air diharapkan dapat dilakukan pemasangan pipanisasi dengan sumber air sungai yang tidak jauh dari areal persawahan,” cetus Dekdan dengan menyebutkan, masyarakat setempat juga mengusulkan paving blok untuk meunasah.

Lanjutnya, aspirasi masyarakat yang diusulkan melalui reses anggota Dewan agar tidak dikotak katik dan menjadi prioritas, apalagi usulan yang sesuai dengan visi misi dari Bupati Aceh Tamiang H Mursil.

“Masyarakat meminta agar usulan untuk mesjid dan meunasah agar dapat terealisasi,” pungkas Dekdan.( b15).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2