Waspada
Waspada » Ancaman DBD Masa Pancaroba, Masyarakat Diminta Tetap PHBS
Aceh Kesehatan

Ancaman DBD Masa Pancaroba, Masyarakat Diminta Tetap PHBS

Aktivitas fogging Dinas Kesehatan, di sejumlah titik lokasi kasus DBD di Aceh Singkil. Ancaman DBD masa pancaroba, masyarakat diminta tetap PHBS. Waspada/Ist
Aktivitas fogging Dinas Kesehatan, di sejumlah titik lokasi kasus DBD di Aceh Singkil. Ancaman DBD masa pancaroba, masyarakat diminta tetap PHBS. Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Memasuki masa pancaroba, masyarakat Aceh Singkil diminta waspada dan tetap melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Hal ini dilakukan sebagai langkah mengantisipasi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang sempat menjadi kasus luar biasa (KLB) memasuki penghujung tahun, 2019 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil Erwin, Jumat (6/11) mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan PHBS.
Dikatanya, di masa musim pergantian cuaca, seperti tahun lalu, kasus DBD di Aceh Singkil mengalami peningkatan drastis.

Masa seperti ini perlu diwaspadai dan jangan hanya terlena dengan ancaman corona, sementara kasus DBD mengintai warga.

Disebutkannya, kasus DBD tahun ini mengalami penurunan drastis. Hingga Oktober 2020 tercatat sebanyak 24 kasus positif DBD.

Kasus DBD merupakan wabah yang setiap tahun dihadapi. Sehingga jauh sebelumnya, Dinas Kesehatan tetap melakukan sosialisasi sebagai antisipasi perkembangan nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti).

“Kegiatan pertahun tetap rutin dilaksanakan langkah pencegahan, dan tetap disediakan anggaran sekitar Rp200 juta untuk penanganan DBD,” ucap Erwin.

Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Lisna Winda menambahkan, untuk penanganan 24 kasus DBD, katanya pihaknya telah melakukan fogging di sejumlah titik wilayah kasus positif DBD.

Dari kasus tersebut kasus terbanyak terjadi tetap di wilayah endemik DBD Kecamatan Gunung Meriah. Kemudian kecamatan lainnya, Singkil dan Simpang Kanan.

Disebutkannya kasus DBD tahun 2020 mengalami penurunan drastis. Tahun 2019 tercatat kasus DBD sebanyak sejak Januari-Desember sebanyak 186 kasus.

Hasil pemeriksaan, banyak warga yang mengalami demam namun masih sebatas Demam Dengue (DD). Setelah pemeriksaan intensif tidak memenuhi 3 kriteria terjangkit DBD. Berarti bukan penderita DBD.

Kriteria itu diantaranya, trombosit pasien berada di bawah 100 ribu. Kemudian, ada pendarahan dan selanjutnya ada peningkatan hematokrit, hingga 20 persen. Jika kriteria ini terpenuhi baru bisa dinyatakan positif DBD, ucap Lisna.

Disebutkannya, salah satu langkah mencegah penyebaran DBD yang paling utama, yakni melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSN) dan 3 M.

“Menguras, menutup dan menimbun tempat yang bisa menampung air,” beber Lisna. (b25)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2