Waspada
Waspada » Air Alur Diduga Tercemar Warga Hadang Mobil Medco
Aceh

Air Alur Diduga Tercemar Warga Hadang Mobil Medco

MEDIASI: Pihak keamanan melakukan mediasi antara masyarakat dengan pihak perusahaan terkait dugaan limbah yang mengalir ke anak sungai hingga airnya tidak dapat dimanfaatkan warga di Desa Teupin Raya, Kec. Julok, Aceh Timur, Senin (26/10). Waspada/Ist.

JULOK (Waspada): Warga melakukan penghadangan sejumlah mobil yang ditumpangi para pekerja PT Medco E&P Makaka, di Desa Teupin Raya, Kec. Julok, Aceh Timur, Senin (26/10). Diduga, penghadangan itu terjadi menyusul kekecewaan warga akibat tercemarnya air di alur (anak sungai–red) dalam desa itu.

Keuchik Teupin Raya, Aminin, dikonfirmasi Waspada, membenarkan adanya penghadangan mobil karyawan Medco EP Malaka di Jalan RW di desanya. Penghadangan tersebut dipicu perubahan warna air dan bau air akibat pembuangan limbah yang diduga berasal dari CPP Blok A.

“Lazimnya, air sungai tidak hijau seperti saat ini, tapi sepanjang sejarah air yang mengalir dalam alur (anak sungai–red) di desa kami sesekali mengalami perubahan warna. Bahkan saat ditimpa tercium air mengeluarkan bau tidak sedap,” kata Aminin.

Menurutnya, perubahan warna air bukan kali ini saja terjadi, melainkan sudah empat kali terjadi sejak Blok A beroperasi. “Padahal sebagian besar masyarakat memanfaatkan air sungai untuk mandi dan mencuci. Tapi akibat berubahnya warna dan bau air, maka 130 Kepala Keluarga (KK) kesulitan mendapatkan air di desa ini,” sebut Aminin.

Oleh karenanya, Aminin bersama masyarakat sepakat mengajukan permohonan ke PT Medco EP Malaka, untuk menambah pembangunan sumur bor dari dua titik menjadi empat titik, sehingga 130 Kepala Keluarga (KK) tidak lagi kesulitan air bersih.

“Selain penambahan sumur bor, kita juga memohon agar pihak perusahaan menyediakan pipa tempat penampungan air dan jaringan pipa air ke rumah warga, sehingga air bersih dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkannya,” timpa Aminin.

Mendapat informasi adanya penghadangan mobil karyawan Medco, sejumlah personel kepolisian dibantu anggota TNI menuju ke lokasi. Setiba di lokasi, kepolisian mencoba melakukan mediasi antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

“Iya benar, mendapat informasi penghadangan mobil perusahaan migas dalam wilayah kita, lulu kita kerahkan personel ke lokasi,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK, MH, melalui Kapolsek Julok AKP Masri Aswara.

Setelah dilakukan mediasi, akhirnya masyarakat menerimanya keputusan dan warga yang melakukan penghadangan mobil karyawan perusahaan migas itu bersedia membubarkan diri dengan tertib. Hingga berita diturunkan, pihak PT Medco EP Malaka, belum memberikan keterangan resmi. (b11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2