Waspada
Waspada » Ainul Mardiah Dapat Omset Rp1 Juta Perhari Dari Jualan Keripik
Aceh

Ainul Mardiah Dapat Omset Rp1 Juta Perhari Dari Jualan Keripik

AINUL Mardiah saat menggoreng keripik pisang, Senin (11/1). Waspada/Faisal
AINUL Mardiah saat menggoreng keripik pisang, Senin (11/1). Waspada/Faisal

BANDA ACEH (Waspada): Ainul Mardiah, pengusaha di Penayong, Kota Banda Aceh, mengakui bisa mendapat omset Rp700 ribu Rp1,5 juta/hari dari hasil menjual keripik pisang.

Usaha Tajir Ummi Keripik Pisang Madu, milik, Ainul Mardiah, asal Samadua, Aceh Selatan, kini menetap di Banda Aceh, sudah berjalan selama empat tahun dan kini memiliki tiga karyawan.

“Pengunjung atau pelanggan kami rame terus dalam satu hari 4 tandan pisang atau 40/Kg keripik habis terjual dari jam 16:00-22:00 Wib,” kata Buk Ainul Mardiah, saat ditemui Waspada di Peunayong, Banda Aceh, Senin (11/1).

Omset yang didapatkan, Ainur Marziah, kelahiran 1970 itu setiap harinya mencapai Rp700 ribu hingga Rp1,5 juta dari modal Rp300 ribu.

Sedangkan bahan untuk membuat keripik pisang dari kebun pisang sendiri di Samadua, Aceh Selatan.

“Ya cukup untuk sehari-hari, bisa nabung buat rumah. Antusias pelanggan itu membuat saya semangat jualan keripik ini,” ucapnya.

Dia mengatakan, keripik gurih, manis dan rendah, produksinya dibeli oleh pelanggan bervariasi mulai dari Rp5 ribu sampai Rp20 ribu.

Selain itu dia juga menerima pesanan harga keripik pisang Rp20 ribu/Kg.

“Alhamdulillah langganan tidak lari dan bertambah terus bahkan ada yang minta kita buka cabang usaha di tempat lain. Biasanya mereka pesan 70/Kg keripik dan langsung kita olah sendiri,” jelasnya.

Walaupun di situasi pedemi Covid-19, katanya, dia tetap semangat berjualan dan berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya tersebut.

“Ada kami dengar bantuan UMKM itu tetapi tidak pernah kami daftar, cara daftarnya pun kami tidak tahu,” pungkasnya. (cfai)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2