Waspada
Waspada » Ada Maksiat Di Puncak Indah Bate
Aceh Features Headlines

Ada Maksiat Di Puncak Indah Bate

Sejumlah pasangan bukan suami istri sedang duduk berdua-duaan di atas pondok lesehan. Minggu (25/10). Ada maksiat di Puncak Indah Bate. Waspada/Muhammad Riza
Sejumlah pasangan bukan suami istri sedang duduk berdua-duaan di atas pondok lesehan. Minggu (25/10). Ada maksiat di Puncak Indah Bate. Waspada/Muhammad Riza

Ada maksiat di Puncak Indah Bate. Kabupaten Pidie salah satu daerah di Provinsi Aceh yang memiliki banyak kekayaan alam, terutama di sektor pariwisata. Salah satunya lokasi wisata yang lagi hits di daerah itu Puncak Indah, Gampong Kule, Kecamatan Bate, Kabupaten Pidie. Lokasi destinasi wisata alam ini letaknya tidak jauh dari Guwa Tujoh, atau lokasi pembangunan Pabrik PT Semen Indonesia Aceh (SIA) Persero Tbk.

Puncak Indah memiliki pesona alam menakjubkan, karena dari atas perbukitan ini para pengunjung dapat melihat ombak laut Selat Malaka pecah menghantam bibir pantai Gampong Kule.

Inilah jalan menuju lokasi puncak indah, Gampong Kule, Kecamatan Bate, Kabupaten Pidie, Minggu (25/10). Ada maksiat di Puncak Indah Bate. Waspada/Muhammad Riza
Inilah jalan menuju lokasi puncak indah, Gampong Kule, Kecamatan Bate, Kabupaten Pidie, Minggu (25/10). Ada maksiat di Puncak Indah Bate. Waspada/Muhammad Riza

Di sepanjang garis pantai Selat Malaka, ini anda juga bisa melihat ribuan pohon kelapa berdiri rapi mirip barisan serdadu. Lokasi wisata alam ini sekarang memang lagi hits karena banyak dikunjungi wisatawan lokal terutama pada sore hari.

Ratusan wisatawan lokal datang bersama pasangannya menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. Mereka duduk berpasang-pasangan pada pondok-pondok lesehan yang disediakan oleh pengusaha kios atau warung makanan dan minuman ringan di lokasi setempat.

Tapi apalacur, lokasi wisata alam Bukit Indah, Kecamatan Bate, kini disalahgunakan oleh sekelompok orang pengunjung. Terutama pasangan remaja bukan muhrim yang sengaja datang ke lokasi itu untuk bermesra berdua-duaan duduk di atas pondok lesehan. Seakan-akan dengan sudah membooking pondok lesehan itu, mereka bebas berbuat apa saja tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya.

Camat Bate, Kabupaten Pidie Saiful Zuhkri, Senin (26/10) mengatakan pembangunan tempat usaha warung minuman dan makanan ringan baru beberapa bulan terakhir ini dibuka oleh masyarakat setempat. Bagi Saiful Zuhkri, pihaknya sangat mendukung usaha warung yang dibangun oleh masyarakat, karena dapat meningkatkan ekonomi warga.

Namun dia sangat kecewa apabila ada oknum-oknum masyarakat yang datang ke lokasi itu untuk melakukan perbuatan terkutuk, semisal berkhalwat dan sejenisnya. “Kami bersama Muspika Bate akan memanggil para pemilik warung, supaya dapat mengingatkan para tamu atau pengunjung untuk bersikap sopan dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Syariat Islam,” tegasnya.

Ketat Berantas Maksiat

Kabupaten Pidie salah satu daerah di Provinsi Aceh yang menerapkan Qanun Syarait Islam. Sebagai kabupaten religi, Pidie sangat ketat memberantas praktik maksiat di daerah itu. Tetapi bukannya hilang, praktik maksiat di daerah berjuluk ‘Pang Ulee Buet Ibadat, Pang Ulee Hareukat Meugoe’, ini malah berlangsung terang-terangan di depan umum seperti terpantau di salah satu warung lesehan yang ada di kawasan Puncak Indah, Kecamatan Bate, Kabupaten Pidie, Sabtu (24/10) sekira pukul 17:30 Wib.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP/WH) Kabupaten Pidie Drs Iskandar, mengungkapkan, pihaknya menyambut baik semua pengunjung atau wisatawan yang datang ke sejumlah lokasi wisata di Pidie termasuk datang berkunjung ke Puncak Indah, Kecamatan Bate.

Namun, harus tetap menjunjung peraturan dan nilai-nilai Islam. “Karena yang perlu diketahui, bahwa Kabupaten Pidie ini bukan lokasi wisata maksiat. Datang silahkan, tetapi tetap jaga etika dan norma-norma keislaman” tegasnya.

Mestinya, terang Drs Iskandar, publik paham, lebih lagi para pengunjung yang datang ini mayoritas wisatawan lokal. Bahwa Kabupaten Pidie yang merupakan bagian dari Provisi Aceh menerapkan hukum syariat Islam.

”Karena terkait dengan laporan ini, Satpol PP/WH Kabupaten Pidie akan berkoordinasi dengan Muspika Bate untuk langkah selanjutnya” tandas Drs Iskandar. Waspada/Muhammad Riza

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2