Aceh Timur Lakukan Swab Antigen Secara Acak Ke Sekolah/Madrasah

Aceh Timur Lakukan Swab Antigen Secara Acak Ke Sekolah/Madrasah

  • Bagikan
Petugas melakukan swab antigen terhadap guru di SDN Seuneubok Bace, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Rabu (19/5). Aceh Timur Lakukan Swab Antigen Secara Acak Ke Sekolah/Madrasah Waspada/M. Ishak
Petugas melakukan swab antigen terhadap guru di SDN Seuneubok Bace, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Rabu (19/5). Aceh Timur Lakukan Swab Antigen Secara Acak Ke Sekolah/Madrasah Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Polres Aceh Timur bersama tim gabungan akan terus melakukan swab antigen gratis secara acak terhadap guru dan staf yang bekerja di sekolah/madrasah, baik SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Hal itu dilakukan guna mendeteksi penyebaran dan menekan penularan wabah COVID-19 di Kabupaten Aceh Timur.

“Swab antigen gratis akan dilakukan secara acak, baik terhadap guru, pengunjung warkop, pengunjung pasar. Ini penting untuk mengetahui penyebaran dan menekan penularan Corona,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK, MH, melalui Kabag Operasi AKP Salmidin, kepada Waspada.id, Jumat (21/5).

Dijelaskan, baru-baru ini pihaknya melakukan swab antigen gratis di SD Negeri Seuneubok Bace, Kecamatan Idi Rayeuk, Rabu, (19/5). Dalam swab antigen, kepolisian juga melibatkan unsur Kodim 0104/Atim, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan BPBD. “Selain melakukan swab antigen terhadap guru, kita juga membagikan masker dan mengkampanyekan prokes terhadap pengguna jalan,” timpa Salmidin.

Masyarakat perlu mengetahui, bahwa swab antigen yang dilakukan tim gabungan itu bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di tengah-tengah masyarakat, karena selama perayaan Idul Fitri tidak dipungkiri masyarakat melakukan mudik antar kabupaten. “Bukan hanya wilayah Idi, tapi seluruh wilayah akan kita datangi secara acak,” tutur Salmidin.

Dari sejumlah peserta yang menjalani swab antigen di Idi dan Peureulak dalam sepekan terakhir, Kabag Operasi menyebutkan hasilnya menunjukan tanda negatif. “Kita akan terus menekan angka penyebaran dan penularan COVID-19 di lingkungan sekolah, termasuk nantinya ke lingkungan pondok pesantren. Langkah ini mudah-mudahan mampu memutuskan mata rantai penyebaran Corona,” terang Salmidin.

Pihaknya tidak ingin lengah, kata Salmidin, apalagi sampai kecolongan warga yang sudah terpapar wabah COVID-19 berkeliaran. “Oleh karena itu, deteksi dini melalui swab antigen acak akan terus kami laksanakan untuk meminimalisir penularan COVID-19,” kata AKP Salmidin, seraya meminta masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. (b11).

 

  • Bagikan