Aceh Tenggara Kehilangan Ulama Kharismatik

Aceh Tenggara Kehilangan Ulama Kharismatik

- Aceh
  • Bagikan
Almarhum Muhammad Abbas LC.  ulama kharismatik Aceh Tenggara. Waspada/Ist
Almarhum Muhammad Abbas LC.  ulama kharismatik Aceh Tenggara. Waspada/Ist

KUTACANE (Waspada): Aceh Tenggara kembali berduka dan kehilangan salah seorang ulama kharismatik, setelah Ustadz Muhammad Abbas, dipanggil menghadap sang Khalik, Sabtu (7/3) pada usia 49 tahun.

Kepergian Ustadz Muhammad Abbas yang dikenal sebagai ulama kharismatik dan salah seorang penceramah kondang yang

paling disukai di Aceh Tenggara itu, tak ayal membuat seluruh seantero bumi sepakat segenep heboh dan berduka.

Ketua MPU Aceh Tenggara, Ustadz Jamaluddin kepada Waspada Minggu (8/3) mengatakan, sebelum wafat, Ustadz Abbas sempat

menjalani perawatan di RSU Saudin Kutacane selama sehari, baru dirujuk untuk menjalani pengobatan dan rawat inap di salah satu

RSU di kota Medan.Namun, Jumat (6/3), almarhum keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah di Kute Prapat Hulu Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara (Agara).

Karena penyakitnya kambuh lagi, almarhum Sabtu (7/3) malam sebelum Maghrib dilarikan ke RSU Umum Sahudin Kutacane dan akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.

Kabar dari saudara, teman dan handai tolan almarhum, mendiang Ustadz Abbas yang selama ini aktif di MPU dan dipercayakan sebagai

Wakil Ketua 1 MPU banyak mengisi ceramah dan dakwah di seluruh Aceh Tenggara tersebut, sebelumnya disebut-sebut sakit karena gagal ginjal.

Ketua Baitul Mal, Ustadz Akram dan Nurman Sani serta beberapa warga Aceh Tenggara yang ditemui Waspada mengaku kaget dan

sedih mendengar kabar duka meninggalnya Ustadz Muhammad Abbas karena selama hidupnya ustadz yang murah senyum dan disukai orang banyak, selain

karena isi ceramahanya yang berkualitas dan mengena di hati umat, almarhum juga selama ini sering memberikan masukan tentang ilmu pada lembaga Baitul Mal Aceh Tenggara.

Pada kesempatan lain, Ketua MPU Ustadz Jamaluddin menambahkan, sebagai wakil ketua 1 yang membidangi Fatwa

dan Dakwah, almarhum banyak berkontribusi bagi perkembangan dan kemajuan bagi lembaga MPU Agara.

”Pastinya kami sangat merasa kehilangan atas wafatnya Ustadz Muhammad Abbas yang pernah terpilih sebagai anggota

DPRK Aceh Tenggara saat pemekaran Kabupaten Gayo Lues dari Aceh Tenggara tersebut,” urai Jamaluddin bersama anggota MPU lainnya diselimuti rasa duka yang mendalam.(b26)

  • Bagikan