Waspada
Waspada » Aceh Besar Tak Larang Shalat Id Tapi Sesuai Prokes
Aceh Headlines

Aceh Besar Tak Larang Shalat Id Tapi Sesuai Prokes

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali. Aceh Besar Tak Larang Shalat Id Tapi Sesuai Prokes. Waspada/Ist
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali. Aceh Besar Tak Larang Shalat Id Tapi Sesuai Prokes. Waspada/Ist

KOTA JANTHO (Waspada): Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mempersilakan masyarakat menggelar shalat Idul Fitri di masjid ataupun meunasah. Tapi penerapan protokol kesehatan (prokes) harus menjadi perhatian penuh, guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Silakan, menggelar shalat Idul Fitri di masjid atau meunasah masing-masing dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah tentu,” kata Bupati Mawardi Ali, Rabu (12/5).

Ia menyampaikan bahwa dibenarkannya shalat Id di masjid atau meunasah sesuai dengan Seruan Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar.

Seruan Bersama Forkopimda Aceh Besar tanggal 7 Mei 2021 itu ditandatangani Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali SPd MSi, Dandim 0101/BS Kol Inf Abdul Razak Rangkuti, Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan SIK MH, dan Kajari Aceh Besar Rajendra Dharmalinga Wiritanaya SH.

Dalam seruan tersebut diimbau kepada seluruh masyarakat menyambut Idul Fitri dengan penuh semangat dan hikmat seraya memohon keridhaan Allah SWT. Begitupun, diharapkan kepada seluruh masyarakat muslim Aceh Besar khususnya untuk menjaga kesucian Hari Raya Idul Fitri.

Larang Pawai Takbir

Perihal shalat Id langsung ditempatkan pada poin pertama. Dimana Forkopimda mengimbau agar setiap masyarakat Muslim melakukan takbiran dan shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid atau meunasah masing-masing dengan mengikuti protokol kesehatan dan tidak dibenarkan pawai keliling.

Selain itu, setiap keluarga atau orang tua melarang anaknya membakar lilin, kembang api, mercon dan sejenisnya. “Kepada setiap pemilik toko, kedai, kios, penyedia barang tersebut pihak yang berwenang akan menyita dan pemiliknya akan diberi sanksi,” ujarnya.

Forkopimda meminta kepada masyarakat dapat menjaga protokol kesehatan Covid-19. dengan menjaga jarak, cuci tangan dan memakai masker serta menghindari keramaian ditempat imum, daerah wisata serta tidak berpergian keluar rumah.

Dalam Seruan Bersama Forkopimda Aceh Besar juga melarang atau membatasi kegiatan sosial masyarakat yang sifatnya terjadi pengumpulan banyak orang pada saat dan pasca Idul Fitri 1442 H ini.

Lebih lanjut, Ia meminta agar segala sesuatu untuk pelaksanaan salat Id harus disiapkan secara matang. Selain penyediaan tempat wudhu dan tempat cuci tangan, juga ada petugas yang memeriksa suhu tubuh jamaah yang hadir.

“Setelah shalat Ied, kami juga mengimbau untuk tidak menggelar halal bihalal yang mengundang kerumunan. Jika pun digelar, cukup keluarga inti. Pemkab Aceh Besar sendiri tidak menggelar open house untuk lebaran tahun ini,” cetus Mawardi Ali. (b05)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2