Waspada
Waspada » 9 Desa Butuh Irigasi
Aceh

9 Desa Butuh Irigasi

Keuchik Gampong Matang Rayeuk, Muheri, melihat kekeringan sawah disalah satu sudut di desanya, Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (8/1). Waspada/M. Ishak/B.
Keuchik Gampong Matang Rayeuk, Muheri, melihat kekeringan sawah disalah satu sudut di desanya, Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (8/1). Waspada/M. Ishak/B.

IDI (Waspada): Petani disejumlah desa dalam Kecamatan Idi Timur, Kabupaten Aceh Timur, butuh jaringan irigasi parmanen, kecuali anak sungai yang dibangun pemerintah setempat sekaligus dengan normalisasi sungai.

“Oleh sebabnya kami dari masyarakat yang berprofesi sebagai petani sangat berharap pemerintah membangun saluran irigasi ke areal persawahan, sehingga pengaturan air bisa berjalan normal,” ujar Keuchik Gampong Matang Rayeuk Seuneubok Muku, Muheri, Rabu (8/1).

Selama ini, lanjut dia, area persawahan petani disana tergolong tidak produktif. Hal itu dipengaruhi oleh faktor aliran air yang tidak normal. “Jika musim hujan kami mengalami gagal panen, jika musim kemarau juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Irigasi yang dibutuhkan disana sepanjang lebih kurang 10 kilometer dengan melintasi sembilan desa, terdiri dari Gampong Matang Rayeuk PP, Matang Bungong, Seneubok Barat, Matang Rayeuk, Seuneubok Timur, Alue Itam, Seuneubok Tengoh dan Kuala.

“Masing –masing desa terdapat 20 hingga 30 hektar area persawahan yang mebutuhkan air. Jika saluran irigasi bagus, maka sawah-sawah disini akan lebih produktif lagi,” ujarnya.

Disinggung mengenai hasil produksi tahun ini, Muheri mengaku petani yang ada di desanya mengalami gagal panen akibat genangan air yang meluap dari saluran ada. Bahkan puluhan hektar disina sudah tidak bisa panen.

“Setelah dilanda banjir pada Desember lalu, kini kekeringan kembali terjadi didaerah kami,” kata Muhari.

Hal senada juga diutarakan Ketua Kelompok Tani Segupai, Zulfadli. Dia juga berharap pemerintah segera merencanakan pembangunan irigasi yang permanen di Kecamatan Idi Tinur. “Irigasi sangat dibutuhkan, sehingga hasil garap warga tidak sia-sia,” ujar Zulfadli seraya mengatakan, disaat air normal maka rata-rata petani dapat mendapat hasil panen 4 ton dalam sehari. (b24/C).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2