9 Bulan Bekerja, 432 Vaksinator Di Aceh Utara Belum Terima Honor

9 Bulan Bekerja, 432 Vaksinator Di Aceh Utara Belum Terima Honor

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin. Waspada/Ist
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin. Waspada/Ist

ACEH UTARA (Waspada): Beban kerja yang dipikulkan kepada vaksinator Covid-19 terbilang cukup berat. Pun demikian, setelah sembilan bulan bekerja dengan berbagai risiko yang dihadapi, 432 vaksinator di 36 titik hingga kini belum terima honor sepeserpun. Padahal, anggaran untuk membayar honor petugas vaksinator sudah standby di Dinas Kesehatan Aceh Utara.

“Benar, kita bertugas sebagai vaksinator sudah hampir 9 bulan penuh, terhitung sejak 10 Februari 2021, dan sampai saat ini kami belum menerima honor satu rupiah pun. Padahal tugas kita di lapangan cukup berat, belum lagi resiko penularan virus cukup tinggi. Kita juga diwajibkan untuk bekerja full seminggu penuh termasuk hari libur Sabtu dan Minggu,” terang salah satu dari 432 petugas vaksinator yang meminta Waspada.id untuk merahasiakan nama dan identitasnya.

                                             

Hendaknya, sebut petugas vaksinator itu, pihak berwenang (Kadis Kesehatan Aceh Utara) tidak melambat-lambatkan pengamprahan honor seluruh petugas vaksinator. “Honor kami per bulan kalau tidak salah Rp1 juta per orang. Harusnya, kalau dicairkan ini menjadi suplemen atau hiburan bagi kami petugas di lapangan,” katanya.

Menjawab Waspada.id, seseorang itu mengakui kalau sekarang ini pihaknya telah menerima uang makan dan uang minum dari Dinas Kesehatan Aceh Utara dan bahkan pencairan uang makan dan uang minum sudah nyaris selesai dilakukannya. “Untuk itu kami berterimakasih banyak. Sekarang kami berharap dapat disusul dengan pencairan honor kami yang jumlahnya tidak seberapa itu,” ucapnya.

Terkait persoalan di atas, Waspada.id, Jumat (24/9) pagi berhasil mewawancarai Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin di Op Room Kantor Bupati Aceh Utara di Landeng, Lhoksukon didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Dr. A Murtala.

Menyikapi persoalan di atas, Amir Syarifuddin mengakui kalau pihaknya hingga bulan September ini belum melakukan pencairan honor petugas vaksinator di seluruh titik yang ada di Aceh Utara. Di Aceh Utara, kata Amir, terdapat 36 titik vaksinasi, dan setiap titik terdapat 12 petugas vaksinator. Jika 12 dikalikan 36 titik, maka jumlah vaksinator di seluruh Aceh Utara mencapai 432 orang.

Ditanya kenapa terlalu lama honor petugas vaksinator tidak dicairkan, Amir Syarifuddin di hadapan Sekda Aceh Utara, Dr. A Murtala menerangkan, pengamprahan atau pencaiaran honor petugas vaksinator mengacu pada aturan yang berlaku.

“Awalnya kita mengusulkan di dalam DPA pada bulan Mei. Setelah kita usulan di bulan Mei, kemudian keluar Peraturan Meteri Keuangan (PMK), sehingga kita tidak ada payung hukum pada saat itu. Kemudian pada bulan Juni kita usulkan lagi dan keluar Perbup dan sudah keluar SK Bupati Aceh Utara. Karena itu, saat ini lagi dalam tahap administrasi perlengkapan dari 32 Kepala Puskesmas di Aceh Utara untuk kita cairkan,” terang Amir Syarifuddin.

Ditanya mengapa cukup lama prosesnya, dan semestinya bisa dengan segera untuk diperbupkan, Amir menjawab hal itu terjadi karena terjadi perubahan petunjuk teknis (Juknis) dengan PMK-PMK terbaru, dan terakhir keluar PMK terbaru pada bulan Mei, kata Amir, kalau dia tidak salah melihat.

“Kemudian pada Juni baru kita instruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas untuk Juli, Agustus dan September. Dan mungkin dalam bulan ini, mereka bisa selesai semua administrasinya. Semua proses administrasinya ada di Puskesmas,” katanya.

Ditanya bagaimana cara menghitung honor petugas vaksinator tersebut, Amir Syarifuddin mengatakan. Honor petugas vaksinator dihitung orang per bulan. Honor mereka dihitung untuk setiap bulan dan bukan setiap adanya penanganan kasus Covid-19.

“Honor mereka kita hitung orang per bulan dan bukan setiap ada penanganan kasus, bukan. Untuk masalah ini kita mengacu, pertama dengan SK Bupati Aceh Utara dan kemudian kita buat sampel dengan kabupaten/kota lain di Aceh. Karena tidak ada pegangan yang lain maka kita buat sampel. Dan semua kabupaten/kota di Aceh menghitung honor petugas vaksinator orang per bulan,” kata Amir.

Setelah merujuk pada sampel dari kabupaten/kota lain, maka setiap vaksinator dibayar honor Rp1 juta per orang per bulan. Di Aceh Utara terdapat 36 titik vaksinasi dan setiap titkk terdapat 12 orang vaksinator.

Ditanya kapan honor vaksinator itu akan dicairkan, Amir Syarifuddin di hadapan orang nomor tiga di Aceh Utara itu menjelaskan, pihaknya akan melihat masukan-masukan dari acuan yang diajukan yaitu proposal oleh Kepala Puskesmas masing-masing. Sekarang ini, sebut Amir sudah ada 4 Puskesmas yang sudah memasukkan permohonoan pencairan honir vaksinator.

“Kita juga masih menunggu dari kasus-kasus yang ada di Aceh Utara. Ada sekitar 4 Puskesmas yang baru memasukkan proposal pengajuan pencairan honor vaksinator,” sebutnya.

Anggaran Vaksinator Di Aceh Utara Rp5,1 Miliar

Pada kesempatan itu, Waspada.id bertanya, dari mana sumber anggaran pembayaran honor petuas vaksinator itu, Amir mengatakan, semua anggaran untuk membayar honor vaksinator bersumber dari anggaran refocusing yang ditempatkan di Dinas Kesehatan Aceh Utara yang jumlahnya mencapai Rp70 miliar lebih.

Hingga saat ini, dana senilai lebih dari Rp70 miliar itu baru berhasil dipergunakan (dicairkan) berkisar antara Rp12 hingga Rp16 miliar. “Kita cairkan untuk pengadaan barang habis pakai seperti masker, APD lengkap, handsatinizer. Untuk mencairkan anggaran tersebut kita harus melihat pada kelengkapan administrasinya, kalau tidak lengkap bisa tersandung hukum. Seperti untuk uang makan dan minum sudah kita cairkan karena sudah lengkap semua administrasi yang diperlukan. Untuk honor vaksinator mungkin bulan ini sudah kita bayarkan tentunya setelah lengkap administrasinya. Jumlah anggaran untuk 432 petugas vaksinator di Aceh Utara untuk setahun sebanyak Rp5,1 miliar. Dan dana itu belum kita cairkan sama sekali,” katanya.

Beberapa Kepala Puskesmas di Aceh Utara yang berhasil diwawancairai Waspada.id dan meminta untuk merahasiakan namanya mengatakan, pihaknya telah mengusulkan proposal pencairan honor untuk petugas vaksinator, namun terbilang cukup sulit dan selalu ada yang salah dalam proposal yang diajukan itu.

“Semoga benar, kalau honor vaksinator dapat segera dicairkan bulan ini,” harapnya. (b07).

  • Bagikan