Waspada
Waspada » 852 Tengku Imum Gampong Dibekali Ilmu Pengetahuan Tentang Baitul Mal
Aceh Ekonomi

852 Tengku Imum Gampong Dibekali Ilmu Pengetahuan Tentang Baitul Mal

Ratusan tengku imum gampong dalam lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Senin (14/12) pagi di Aula Setdakab Aceh Utara mengikuti pelatihan tentang baitul mal. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Baitul Mal Kabuypaten Aceh Utara. Kegiatan ini dilakukan untuk membentuk baitul mal di 852 gampong dalam wilayah Aceh Utara. 852 Tengku Imum Gampong Dibekali Ilmu Pengetahuan Tentang Baitul Mal. Waspada/Maimun Asnawi
Ratusan tengku imum gampong dalam lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Senin (14/12) pagi di Aula Setdakab Aceh Utara mengikuti pelatihan tentang baitul mal. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Baitul Mal Kabuypaten Aceh Utara. Kegiatan ini dilakukan untuk membentuk baitul mal di 852 gampong dalam wilayah Aceh Utara. 852 Tengku Imum Gampong Dibekali Ilmu Pengetahuan Tentang Baitul Mal. Waspada/Maimun Asnawi

ACEH UTARA (Waspada): Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, Tengku Yusradi Ismail, SE melalui Kepala Sekretariat, Zulfikar kepada Waspada.id, Senin (14/12) pagi di Aula Setdakab Aceh Utara usai pembukaan pelatihan tentang pemahaman baitul mal untuk para imum gampong oleh Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib menyebutkan, pada tahun 2021 semua gampong di Aceh Utara sudah harus terbentuk baitul mal.

Pembentukan baitul mal gampong di seluruh Aceh Utara dilakukan untuk menjemput zakat di pedesaan dan kecamatan. Mengingat potensi zakat yang ada di Aceh Utara per tahun bisa mencapai Rp30 miliar. Angka ini disesuaikan dengan pertumbuhan ejonomi daerah.

“Kalau pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai lima persen ke atas maka jumlah zakat yang kita targetkan per tahun di seluruh Aceh Utara bisa lebih dari Rp30 miliar. Sekarang ini pertumbuhan ekonomi kita masih di bawah lima persen,” sebut Zulfikar kepada Waspada.id.

Kegiatan pelatihan pengetahuan tentang baitul mal bagi 852 tengku imum gampong di Aceh Utara dilaksanakan selama empat hari berturut-turut yaitu hari pertama, Senin (14/12) pembukaan sekaligus pelatihan di Aula Setdakab Aceh Utara. Diikuti oleh seluruh imum gampong dalam lima kecamatan yaitu Kecamatan tanah Luas, Geurudong Pase, Meurah Mulia, dan Baktya.

Kemudian kata Zulfikar, pada hari ke dua, Selasa (15/12) dilaksanakan di Aula Hotel Lido Graha, Rabu (16/12) di Aula Kantor Camat Samudera, dan Kamis (16/12) di Aula Kantor Camat Dewantara. “Masing-masing pelatihan kita laksanakan untuk satu hari penuh,” katanya.

Materi yang diajarkan kepada para tengku imum gampong yaitu pemahaman tentang batiul mal, cara peningakatn zakat di dalam gampong, memahami tugas dan fungsi baitul mal gampong, serta beberapa materi lainnya.

Menjawab Waspada, Zulfikar menyebutkan, jika baitul mal tingkat gampong sudah terbentuk, maka target zakat mencapai Rp3 miliar dalam setahun, dengan sumber zakat yaitu zakat prfesi, PNS, zakat usaha dan zakat harta. “Selama ini yang baru berhasil kita kumpulkan adalah zakat profesi sementara zakat harta masih sangat kurang. Mudah-mudahan nanti setelah baitul mal terbentuk zakat harta dapat dihimpun dengan baik,” harapnya.

Pada tahun 2021, seluruh imum gampong akan di SK-kan sebagai kepala baitul mal gampong oleh geusyiek gampong masing-masing dan 852 baitul mal gampong akan diresmikan oleh Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Uyara, Tengku Yusradi Ismail, SE.

Selama ini kata Zulfikar, di Aceh Utara ada 60 baitul mal gampong yang sudah terbentuk dan semua baitul mal itu aktif. Satu diantaranya malah mendapat pernghargaan sebagai baitul mal terbaik yaitu di Gampong Uteun Geulinggang.

Zulfikar menyebutkan, baitul mal gampong nantinya hanya bertugas menghimpun zakat fitrah dan padi. Ke dua jenis zakat itu dihimpun dan dikelola oleh gampong masing-masing juga disalurkan di gampong tersebut. Kemudian, zakat yang dihimpun di tingkat kecamatan harus disalurkan ke Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara untuk dimasukkan dalam kas daerah. Zakat kecamatan dikelola dan disalurkan oleh baitul mal kabupaten.

“Baitul mal kecamatan menghimpun zakat harta, zakat usaha. Nantinya zakat-zakat tersebut kembali disalurkan di kecamatan itu oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara,” terangnya.

Terakhir Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara itu juga menjelaskan, agar baitul mal gampong dapat berjalan dengan baik diharapkan 852 geusyiek (kepala desa) menyisihkan sedikit dana desa untuk anggaran operasional batiul mal. Dalam baitul mal gampong terdiri dari ketua, sekretarius, bendahara, kaur penerimaan, kaur penyaluran dan kaur harta agama. “Mereka semua terpisah dari struktur geusyiek (kepala desa),” demikian Zulfikar. (b07)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2