839 Peserta P3K Khusus Guru Abdya Diuji Swab Antigen, Satu Positif

839 Peserta P3K Khusus Guru Abdya Diuji Swab Antigen, Satu Positif

- Aceh
  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Abdya Safliati SST M.Kes. Waspada/Syafrizal
Kepala Dinas Kesehatan Abdya Safliati SST M.Kes. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Dilaporkan, selama tiga hari, terhitung sejak Senin (13/9), Selasa (14/9) dan Rabu (15/9) mendatang, Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya (Abdya), melaksanakan tes swab antigen gratis, terhadap 839 peserta seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) khusus guru, di wilayah Abdya, bertempat di aula Dinas Kesehatan, kompleks perkantoran Bukit Hijau, Blangpidie.

Menurut Safliati SST M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Abdya, uji swab antigen yang dilaksanakan pihaknya, sesuai aturan Menteri Kesehatan RI. Dimana, uji swab antigen dimaksud, merupakan syarat mutlak bagi peserta seleksi, agar dapat mengikuti seleksi. “Itu syarat mutlak, makanya harus dan wajib di swab. Kita hanya membantu pelaksanaan uji swab, sesuai aturan main,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Safliati mengakui, dari hasil pemeriksaan (uji swab antigen), pihaknya menemukan satu orang peserta seleksi yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. “Ya, kita menemukan satu orang peserta yang dinyatakan positif. Itu diketahui dari hasil uji swab yang kita laksanakan,” sebutnya.

Terkait peserta seleksi yang dinyatakan postif Covid-19 (hasil uji swab antigen) dimaksud, Safliati mengatakan pihaknya akan melaporkan pada pihak panitia Dinas Pendidikan, selaku panitia pelaksana seleksi. “Bagaimana tindak lanjutnya dalam pelaksanaan seleksi terhadap yang dinyatakan positif ini, itu wewenang panitia seleksi. Kita hanya sebatas tes swab antigen saja, serta melaporkan hasilnya,” ujar Safliati.

Dalam kesempatan itu, Safliati juga menguraikan terkait perkembangan proses vaksinasi Covid-19 di Abdya. Menurutnya, berdasarkan data laporan komulatif terakhir hingga Senin (13/9) lalu, total penerima vaksin Covid-19 di ‘Nanggroe Breuh Sigupai’, sudah mencapai 49.503 orang.

Masing-masing, tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 1.459 jiwa yang telah menjalani vaksin dosis pertama, setara dengan 101,5 persen. Yang melanjutkan ke dosis kedua sebanyak 1.370 jiwa, setara dengan 95,3 persen. Sedangkan yang melanjutkan ke dosis ketiga, sebanyak 280 jiwa, setara dengan 19,2 persen.

Kategori pelayan publik, untuk dosis pertama sebanyak 8.152 jiwa, setara 59,1 persen. Melanjutkan ke dosis kedua sebanyak 5.551 jiwa, setara 40,2 persen. Kemudaian kategori warga lanjut usia (lansia), vaksin dosis pertama sebanyak 2.512 jiwa, setara 26,1 persen. Sedangkan untuk dosis kedua masih sekitar 1.030 jiwa, setara 10,7 persen.

Kategori masyarakat umum, dosis pertama sebanyak 20.274 jiwa, setara 25,9 persen. melanjutkan dosis kedua sebanyak 7.961 jiwa, setara 10,2 persen. Untuk kategori remaja usia 12 hingga 17 tahun, vaksin dosis pertama sebanyak 825 jiwa, setara 5,5 persen. Sedangkan untuk dosis kedua, sekitar 90 jiwa, setara 0,6 persen.(b21)

  • Bagikan