66 Hektar Tanaman Padi Diserang Hama Ulat Di Aceh Timur

66 Hektar Tanaman Padi Diserang Hama Ulat

  • Bagikan
Petugas Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Aceh Timur, memperlihatkan ulat grayak yang menyerang tanaman padi di Peureulak Barat, Aceh Timur, Selasa (2/3). 66 Hektar Tanaman Padi Diserang Hama Ulat. Waspada/Ist
Petugas Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Aceh Timur, memperlihatkan ulat grayak yang menyerang tanaman padi di Peureulak Barat, Aceh Timur, Selasa (2/3). 66 Hektar Tanaman Padi Diserang Hama Ulat. Waspada/Ist

IDI (Waspada): Seluas 66 hektar tanaman padi diserang hama ulat jenis grayak di sejumlah desa dalam Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Sementara Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura setempat kini sedang melakukan monitoring dan mendata seluruh lahan persawahan.

Berdasarkan data yang diperoleh, lahan persawahan yang diserang hama ulat yakni Desa Beuringin, Teumpeun, Mon Geudong, Paya Seungat, Paya Gajah, Beusa Baroh, dan Kabu. Sementara serangan hama ulat dengan jenis yang sama menyasar persemaian umur 5-15 HSS dengan luas mencapai 30 hektar di Desa Beusa Seubrang dan Tj. Tualang.

“Seluas 30 hektar persemaian dengan usia semai 5-15 hari ikut diserang hama ulat grayak di Desa Tj. Tualang dan Beusa Seubrang di Kecamatan Peureulak,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Aceh Timur, drh. Muhammad Mahdi, kepada Waspada.id, Kamis (4/3).

                                             

Menurutnya, 66 hektar lahan persawahan yang menjadi ancaman ulat grayak ini telah dilakukan monitoring sejak 27 Februari – 2 Maret. Bahkan pihaknya telah melaporkan perkembangan terkini ke pimpinan untuk diteruskan ke provinsi.

“Intensitas serangan berbeda-beda, baik ringan, sedang, berat dan puso. Namun sebagian sudah dilakukan pengendalian oleh tim yang kita turunkan ke lokasi, termasuk penyuluh pertanian,” kata Muhammad Mahdi, seraya meminta petani yang mendapat serangan hama ulat graya segera melapor.

Segera Diatasi

Tokoh Tani Aceh Timur, Zulfan alias Pak Tani, berharap, dinas terkait segera mengatasi dan mengendalikan serangan hama ulat grayak di sejumlah desa dalam Kecamatan Peureulak. Hal itu dinilai penting agar tidak meluas ke desa dan kecamatan lain.

“Proses perkembangbiakannya sangat cepat, jadi sebaiknya segera diatasi,” kata Pak Tani.

Oleh sebab itu, dia meminta dinas untuk membasmi ulat grayak dapat dilakukan penyemprotan mengunakan racun, kemudian diairi dengan oli kotor.

“Serangan sangat cepat, bahkan informasinya bisa mencapai empat rante bibit yang semai dalam sehari,” pungkas Pak Tani. (b11).

 

  • Bagikan