Waspada
Waspada » 4.916 Pelayan Publik Dan Lansia Di Bener Meriah Sudah Disuntik Vaksin
Aceh

4.916 Pelayan Publik Dan Lansia Di Bener Meriah Sudah Disuntik Vaksin

SALAH seorang pelayan publik sedang disuntik Vaksin Covid-19 di Aula Setdakab Bener Meriah. Waspada/Eri Tanara
SALAH seorang pelayan publik sedang disuntik Vaksin Covid-19 di Aula Setdakab Bener Meriah. Waspada/Eri Tanara

REDELONG (Waspada): Kurun waktu selama tujuh hari kebelakang, sebanyak 4916 pelayan publik dan lansia di Kabupaten Bener Meriah sudah disuntik vaksin Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah, Abdul Muis kepada sejumlah wartawan, Kamis (10/6).

Menurut Muis, dari jumlah 4916 tersebut merupakan suntik vaksinasi tahap pertama terhadap pelayan publik dan lanisa di Kabupaten Bener Meriah.

“Jadi terhitung dari bulan Februari 2021, ada 12945 masyarakat Bener Meriah sudah di beri dosis vaksin Covid-19, itu sudah termasuk dosis tahap pertama dan kedua,” katanya.

Ia mengaku, pada hari ke lima dalam vaksinasi massal tersebut, antusias warga terhadap vaksin Covid-19 sudah mengingkat.

“Akibat peningkatan itu, kita kehabisan vaksin. Sehingga masih banyak para ASN terutama dikalangan guru belum diberi suntik vaksin. Diperkirakan masih 50 persen kalangan ASN disuntik Vaksin” sebutnya.

Muis menambahkan, saat ini pihaknya sudah mengusulkan dosis vaksinansi tersebut melalui sistem online yakni aplikasi Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik (SMILE) ke Pemerintah Provinsi Aceh.

“Surat susulan sudah kita buat, persentase juga cukup lebih 100 persen, jadi kita sedang menunggu vaksinasi itu datang,” ujarnya.

Selain melalui aplikasi online, kata Muis, pihaknya sudah mengirim secara tersurat kepada Pemerintah Aceh yang akan diteruskan ke Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Dalam permintaan tersebut kita mengusulkan sebanyak 910 vial vaksin Covid-19. Jadi dalam satu vial itu, terdapat untuk 10 orang penerima,” sebut Muis.

Sementara itu, masyarakat diharapkan untuk tidak ragu terhadap suntik vaksinasi tersebut, lantaran karena vaksin itu adalah bentuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak rentan diserang penyakit.

“Contohnya seperti penyakit cacar juga di vaksin kok, rubella juga di vaksin, jadi Covid-19 juga harus di vaksin,” tutupnya. (cet)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2