34 Mahasiswa Keperawatan Langsa Poltekkes Kemenkes Yudisium

  • Bagikan
Tampak Direktur Politeknik Kesehatan Aceh, T Iskandar Faisal SKp, M.Kes didampingi Ketua Program Studi Keperawatan Langsa Poltekkes Kemenkes, Kasad SKM MKes, bersama para mahasiswa yang diyudisium, di Aula setempat, Senin (9/5).Waspada/Rapian
Tampak Direktur Politeknik Kesehatan Aceh, T Iskandar Faisal SKp, M.Kes didampingi Ketua Program Studi Keperawatan Langsa Poltekkes Kemenkes, Kasad SKM MKes, bersama para mahasiswa yang diyudisium, di Aula setempat, Senin (9/5).Waspada/Rapian

LANGSA (Waspada) : Sebanyak 34 mahasiswa/i lulusan Diploma III Prodi Keperawatan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh diyudisium dan diambil sumpah untuk tahun ajaran 2021-2022, di Aula setempat, Senin (9/5).

Ketua Program Studi Keperawatan Langsa Poltekkes Kemenkes, Kasad SKM MKes, mengatakan yudisium ini terbilang tercepat yakni hanya 2,5 tahun sudah lulus.

“Yudisium untuk prodi keperawatan kali ini tercepat yaitu 2,5 tahun sudah dinyatakan lulus,” terang Kasad. Kiranya dengan pendidikan ini agar mendarma baktikan ilmu kepada masyarakat.

“Ucapan terimakasih atas kesiapan dewan dosen, staf dalam menyukseskan mahasiswa untuk lulus lebih cepat dari waktunya yang seharusnya selesai pada bulan Juni atau Juli yang akan datang,” ucapnya.

Hal lain, kata Kasad, yang diyudisium hari ini sebanyak 34 orang dan akan diwisuda pada tanggal 12 Mei 2022 di Banda Aceh, suksesnya mahasiswa ini tidak terlepas dari peran serta dewan dosen dan staf, beserta orang tuanya.

Ketua Jurusan Keperawatan Dr. Dewi Marianthi, S.Kep. M.Kep, Sp.Mat, menyatakan jangan pernah berpuas diri dengan yang didapat sekarang karenanya kepada mahasiswa terus meniti pendidikan lanjutan.

“Terus jaga baik nama almamater karena ada kewajiban bersama untuk menjaganya dan jangan henti melanjutkan pendidikan ketahap lebih tinggi,” papar Dewi.

Sementara itu Direktur Politeknik Kesehatan Aceh, T Iskandar Faisal SKp, M.Kes, mengatakan apakah hari ini sudah memotret diri sendiri, apa yang sudah dan bisa dilakukan saat ini.

“Allah menciptakan kita antara mau atau tidak mau, kenapa itu tergantung pada diri kita sendiri untuk bisa melangkah yang lebih baik,” sebutnya.

Kemudian setelah bekerja titik menuju kesuksesan, adanya doa dari orang tua untuk mencapai sukses dan bisa bekerja kelak nantinya. Oleh karenanya perbaiki prilaku, perbaiki shalat itu adalah hal yang paling utama, karena kesuksesan itu tidak jauh dari sebuah ibadah.

“Setiap perawat belum tentu anggota PPNI, namun semua anggota PPNI pastinya perawat, oleh karenanya setiap perawat haruslah menjadi anggota PPNI karena organisasi ini cukup baik sebagai wadah bernaung para perawat,” ungkapnya.

Ketua DPD PPNI Kota Langsa, Syamsuri AMk, memberikan ucapan selamat kepada mahasiswa yang telah diyudisium hari ini dan hari ini sudah sah lulus. Artinya lulusan Keperawatan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh ini sudah memiliki kemampuan dan mumpuni dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Setelah diyudisium ini melakukan kelengkapan administrasi termasuk STR, yang nantinya bila bekerja ini menjadi syarat mutlak.

Berdasarkan pengalaman baik yang bekerja di luar maupun di swasta, profesi ini jangan sampai bekerja tidak digaji, sekarang ini perawat mandiri juga sebuah pekerjaan yang menjanjikan.

“Jangan hanya berharap bekerja menjadi seorang PNS melainkan pekerjaan lain juga bisa diukir sejak dini untuk mencapai sukses,” terang Syamsuri yang juga Anggota DPRA itu.

Yudisium ini tercatat sebagai lulusan terbaik ada sembilan orang yakni diantaranya Arif Munandar dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.83, Cut Meilisa IPK 3,79, Ainum Vahriana BR Simanjuntak, IPK, 3,74.

Hadir Zakirullah, S. Kep. M.Biomed, (Koordinator Akademik), Ketua Prodi Kebidanan, Emilda, MPH, Sekretaris Cut Meutia M.Keb, seluruh dewan dosen dan staf prodi Keperawatan, rohaniawan Ustadz Husnul Thamrin. (crp).


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *