30 Unit Kios Terancam Jadi Bangkai Di Kualasimpang
banner 325x300

30 Unit Kios Terancam Jadi Bangkai Di Kualasimpang

  • Bagikan
Dinding penutup kios yang berlokasi di bekas lahan SDN 5 (sekolah China) Kota Kualasimpang, sudah banyak yang hilang dan terancam jadi bangkai atau mubazir karena belum digunakan, Minggu (10/5).Waspada/Muhammad Hanafiah 
Dinding penutup kios yang berlokasi di bekas lahan SDN 5 (sekolah China) Kota Kualasimpang, sudah banyak yang hilang dan terancam jadi bangkai atau mubazir karena belum digunakan, Minggu (10/5).Waspada/Muhammad Hanafiah 

KUALASIMPANG (Waspada): Sebanyak 30 unit kios yang dibangun Pemkab Aceh Tamiang lebih terancam jadi bangkai alias mubazir.

Pasalnya hampir semua kios kayu sebagai penutup kios yang berlokasi di Persimpangan Jalan A.Yani dan Jalan Ade Irma Suryani Kota Kualasimpang itu sudah hilang diambil oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Pengamatan Waspada di lokasi kios yang dibangun di lahan tanah bekas SDN 5 (Sekolah Cina) Kota Kualasimpang, Minggu (10/5), kios-kios tersebut dibangun permanen berkonstruksi beton, namun pintu dan dinding penutup kios terbuat dari kayu, bahkan dinding penutup kios di bagian depan sudah banyak yang hilang tidak jelas rimbanya.

Catatan Waspada, sebanyak 30 pintu kios yang dibangun melalui dana CSR PT Rapala senilai Rp 500 juta yang rampung akhir Desember 2019 lalu hingga pertengahan Mei 2020 belum difungsikan dan terkesan dibiarkan terbengkalai, bahkan dinding penutup kios sudah banyak yang hilang.

Status Tanah

Status tanah yang dulunya gedung sekolah itu diklaim menjadi aset daerah sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 280/KM,6/2014 Tentang penyelesaian status kepemilikan aset bekas milik asing/China tanah kosong (DH.EX SDN No.4,5,6 kantor/rumah tinggal dan lapangan bola basket) seluas 3.638,1 meter persegi di jalan A. Yani, Kualasimpang, Aceh Tamiang.

Pembangunan kios-kios tersebut juga bahagian dari penataan kota Kualasimpang, terutama pedagang buah yang tergusur dari lokasi ujung jembatan Kualasimpang pada pertengahan 2019 lalu. Namun, kios – kios dengan konstruksi permanen itu belum bisa dipastikan apakah nantinya ditempati oleh pedagang buah-buahan ataupun pedagang jenis lainnya.

Kadis Kebersihan dan Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Sayed Mahdi ketika ditanya Waspada melalui telepon selular, Minggu (10/5) mengatakan pihaknya memang sebagai leading sektor ketika pembangunan kios tersebut.

Menurut Sayed Mahdi, kios tersebut pada awalnya direncanakan untuk ditempatkan pedagang buah yang sudah digusur di barisan dekat ujung jembatan Jalan Cut Nyak Dhien Kota Kualasimpang dalam rangka penataan kota Kualasimpang.

“Namun belakangan ternyata pedagang buah yang digusur sudah banyak yang membangun kios lain di berbagai lokasi sehingga kios jadi berlebih,” ungkap Sayed.

Sayed selanjutnya menerangkan, kios yang sudah ada dibangun di lokasi tanah dekat lapangan basket itu seterusnya direncanakan juga untuk penempatan pedagang yang berjualan di kios depan Bank Mandiri dan Bank BNI Jalan Cut Nyak Dhien, Kota Kualasimpang yang juga akan digusur untuk penataan kota Kualasimpang. Namun karena situasi sedang Covid-19, belum terealisasi.

Sayed menegaskan, terkait tentang penggunaan kios yang 30 unit tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tamiang.

“Pembagian kios dan penempatan para pedagang di kios-kios ini adalah wewenang Diskoperindag Aceh Tamiang dan kami akan berkoordinasi dengan dinas tersebut,” tegas Sayed Mahdi.(b14)

  • Bagikan