3.320 Ha Gagal Panen Dapat Bantuan Bajak Gratis

3.320 Ha Gagal Panen Dapat Bantuan Bajak Gratis

  • Bagikan
Wabup Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab bersama Forkopimda menggunakan traktor pada peluncuran bajak sawah musim tanam rendengan 2020-2021, Kamis (19/11) di Gampong Glee Jai, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. 3.320 Ha gagal panen dapat bantuan bajak gratis. Waspada/Muhamnad Zairin
Wabup Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab bersama Forkopimda menggunakan traktor pada peluncuran bajak sawah musim tanam rendengan 2020-2021, Kamis (19/11) di Gampong Glee Jai, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. 3.320 Ha gagal panen dapat bantuan bajak gratis. Waspada/Muhamnad Zairin

KOTA JANTHO (Waspada): 3.320 Ha gagal panen dapat bantuan bajak gratis. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bantu bajak sawah seluas 3.320 hektar secara gratis yang dikhususkan untuk membantu petani yang gagal panen pada Musim Tanam Rendengan 2019/2020 yang tersebar di sejumlah kecamatan dalam wilayah kabupaten itu.

“Semoga program ini bisa membantu petani dari krisis pangan dan ekonomi. Kita juga berharap agar produksi padi pada musim tanam ini dapat meningkat dari sebelumnya 7,2 ton per hektar menjadi 8 ton perhektar. Insyaa Allah,” ujar Tgk H. Husaini A. Wahab, Wakil Bupati Aceh Besar.

Pada peluncuran bajak sawah musim tanam rendengan 2020-2021 bantuan bagi petani gagal panen musim tanam rendengan 2019 di Aceh Besar, Kamis (19/11) di persawahan Gampong Glee Jai, Kecamatan Kuta Cot Gle, Waled Husaini mengajak semua petani untuk selalu giat berusaha dan mensyukuri rahmat Allah SWT.

“Meskipun gagal panen, namun jangan berputus asa. Saya mengimbau, hendaklah selalu bekerja keras. Semoga melalui bajak sawah di lahan tadah hujan ini, hasil ke depan lebih baik lagi. Mari kita berdoa dan terus berusaha. Jangan lupa bayar zakat,” ujar Wabup Aceh Besar ini.

Waled juga mengajak petani melakukan tanam padi secara serentak guna mencegah hama dan penyakit tanaman. Selain itu, tingkatkan kekompakan di kalangan petani. “Jangan karena persoalan air di sawah, justru membuat permasalahan dan perselisihan di antara petani,” tandasnya.

Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar melaporkan, pada musim tanam rendengan tahun 2019, seluas 800 hektar sawah di wilayah Kuta Cot Glie itu mengalami gagal panen karena kekurangan air. Petani hanya mengandalkan air hujan, sehingga tak memperoleh hasil maksimal.

“Semoga ke depan ada solusi segera untuk membantu petani, baik melalui pompanisasi ataupun sumur bor,” kata Jakfar yang menyebut Kecamatan Seulimum juga daerah terbanyak gagal panen tahun 2019 lalu.

Ia nenambahkan dalam program bajak gratis bagi 3.320 Ha gagal panen itu juga akan dibantu bibit padi. “Bibit juga kita bantu sama halnya dengan bajak sawah gratis,” imbuhnya.

Sementara Dandim 0101/BS, Kolonel Inf Abdul Rozak Rangkuti mengharapkan musim tanam tahun ini bisa dilakukan serentak bagi sawah tadah hujan dan irigasi. “Bajak sawah gagal panen kita harapkan selesai minggu kedua Desember ini, sehingga bisa tanam serentak,” tuturnya.

Peluncuran bajak sawah musim tanam rendengan 2020/2021 itu, para unsur Forkopimda termasuk Ketua Komisi II DPRK Aceh Besar Mursalin, menggunakan traktor melakukam bajak sawah perdana. (b05)

 

  • Bagikan