23 Warga Aceh Di Malaysia Tiba, Empat Masih Karantina, Satu Dirawat

- Aceh
  • Bagikan
PERSIAPAN: Nurazmi Binti Rusli (Bireun), Muhammad Nazar dan Muhammad Nasir Aceh Timur, bersiap-siap untuk diberangkatkan dari Kota Batam ke Bandara Internasional Kualanamu Medan dan melanjutkan perjalanan ke Aceh di Kota Batam, Rabu (27/10). Waspada/Ist
PERSIAPAN: Nurazmi Binti Rusli (Bireun), Muhammad Nazar dan Muhammad Nasir Aceh Timur, bersiap-siap untuk diberangkatkan dari Kota Batam ke Bandara Internasional Kualanamu Medan dan melanjutkan perjalanan ke Aceh di Kota Batam, Rabu (27/10). Waspada/Ist

IDI (Waspada): Setelah menjalani proses pemulangan dan berakhirnya masa karantina, 23 warga Aceh yang selama ini bekerja dan menetap di Malaysia akhirnya tiba Aceh. Sementara empat lainnya orang lainnya masih dikarantina di Kota Batam.

Pemulangan warga Aceh tahap ketiga tersebut sebagaimana diberitakan sebelumnya difasilitasi Persatuan Warga Aceh Berketurunan Melayu (Permebam) bersama Solidaritas Ummah Ban Sigom Aceh (SUBA) dan Tim Adat Aceh (TAA) Sumatera Utara serta Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Batam.

Ketua Umum SUBA, Tgk Bukhari Ibrahim, kepada Waspada, Rabu (27/10) menjelaskan, puluhan warga Aceh yang difasilitasi pemulangan tahap ketiga seluruhnya berjumlah 28 orang, baik melalui Pelabuhan Pelabuhan Pasir Gudang, maupun Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia.

“Pemberangkatan 28 warga Aceh dari berbagai daerah ini tidak serentak mengingat keterbatasan tiket, sehingga pemberangkatan mereka dalam tiga hari yang berbeda,” kata Tgk Bukhari.

Disebutkan, 20 orang warga Aceh kini sudah tiba di kampung halamannya, Senin (25/10). Sementara delapan warga Aceh lainnya masih di Kota Batam. “Ada delapan orang yang masih di Batam, tapi tiga diantaranya telah selesai menjalani masa karantina dan akan terbang dari Pulo Batam ke Bandara Internasional Kualanamu Medan, hari ini (kemarin—red),” katanya.

Ketiganya yakni Nurazmi Binti Rusli (Bireun), Muhammad Nazar (Bagok/Aceh Timur), dan Muhammad Nasir (Arakundo/Aceh Timur). “Ketiga warga Aceh ini awalnya menjalani masa karantina di Perumahan Putra Jaya, Tanjung Uncang, Kota Batam,” timpa Tgk Bukhari.

Untuk lima orang lainnya masih menjalani masa karantina di Batamax, Pulo Batam. Kelimanya yaitu Muzakir, Suriadi (Bireun), Sulaiman Ishak (Idi/Aceh Timur), Muhammad Agussalim (Arakundo/Aceh Timur), dan Fuadi (Pasee/Aceh Utara).

“Kelimanya masih menjalani isolasi dan akan diterbangkan menuju Bandara Internasional Kualanamu Medan, dua hari mendatang yaitu, Jumat (29/10), kecuali Sulaiman Ishak, karena saat d dirawat akibat sakit maag di RSBP Batam,” terang Tgk Bukhari.

Diterangkan, puluhan warga Aceh yang dipulangkan dalam tahap ketiga tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Bireuen, dan Pidie Jaya.

Biayai Warga Aceh

Selain itu, Permebam bersama SUBA juga ikut membantu biaya perjalanan pulang salah seorang penduduk asal Aceh yang sempat ditangkap otoritas keamanan di Malaysia. Berdasarkan data, yang bersangkutan yakni Zul, asal Simpang Lhee, Pidie. Dia ditangkap 13 Juli 2020 dan diamankan di Balai Polis Batu 7, Rantau Panjang Klang.

“Setelah ditahan selama 15 bulan, lalu Zul diantar ke kirim ke Batam. Kemudian kita dari SUBA dan Permebam mengambil sikap membantu biaya untuk melanjutkan perjalanan dari Batam sampai ke Aceh,” demikian Tgk Bukhari. (b11/I).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *