Buruh Bongkar Muat Minta Peluang Kerja Di PT. PAG Dan PHE

- Aceh
  • Bagikan

LHOKSEUMAWE (Waspada): Puluhan buruh bongkar muat sekaligus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mendatangi Perusahaan Terbatas (PT) Perta Arun Gas (PAG) Kota Lhokseumawe dan Pertamina Hulu Energi (PHE) Kec. Nibong Kec. Aceh Utara guna meminta peluang kerja, Selasa (7/12).

Terhitung sekitar 20 puluhan buruh bongkar muat itu mendatangi kedua perusahaan besar setempat untuk melobi dan meminta diberi kesempatan bekerja lagi.

Barisan yang tergabung dalam SPSI ini, awalnya hendak melakukan aksi unjuk rasa guna memperjuangkan tuntutannya untuk mendapat kesempatan kerja di PT. PAG dan PHE.

Namun rencana melakukan aksi itu akhirnya gagal lantaran kedua perusahaan justru menyambut kedatangan mereka dengan cara damai. Sehingga mendapat respon untuk menempuh jalur mediasi untuk mencari solusi atas tuntutan mereka.

Wakil Ketua SPSI Kota Lhokseumawe Zainal Abidin Syammah mengatakan sebelumnya, para buruh bongkar muat tersebut pernah bekerja pada kedua perusahaan itu.

Zainal mengaku suatu ketika, tanpa diduga ada tenaga buruh yang mengalami kecelakaan kerja. Namun Zainal tidak merincikan dengan lengkap tentang kecelakaan kerja yang terjadi di PT. PAG dan PHE.

Akibat kecelakaan kerja itu, menyebabkan adanya imbas dengan diputuskan kontrak kerja sejak 2020.
Setelah setahun kehilangan kesempatan kerja, sebut Zainal, kini mereka mencoba mengadu nasib dengan mendatangi PT. PAG dan PHE untuk meminta diberi kesempatan kerja dan dapat kembali memperpanjang kontrak kerja. “Kami ingin diterima kerja kembali sebagai buruh bongkar muat,” pintanya.

Sementara itu, pihak PT Perta Arun Gas (PAG) yakni Khatab Hasbi selaku Daily Supv Opr Security PAG telah membuka pintu mediasi untuk mendengar tuntutan para buruh itu.

Khatab Hasbi mengaku pihaknya menanggapi positif atas tuntutan dan meminta waktu satu pekan setelah surat pernyataan diterima oleh mereka. “Lebih kurang ada 20 pekerja tenaga bongkar muat, yang kontraknya diputuskan sejak 2020 lalu,” paparnya.

Zainal berharap kepada pihak perusahaan agar memperkerjakan kembali puluhan buruh bongkar muat tersebut, guna dapat memenuhi kebutuhan hidup ekonomi keluarga mereka.

Apalagi di tengah pandemi, kehidupan para buruh bongkar muat semakin tercekik dengan kebutuhan ekonomi untuk menghidupi keluarganya.(b09)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *