Waspada
Waspada » 2022, Dinas PUPR Agara Rampungkan Proyek Jembatan Senilai Rp70 M
Aceh Headlines

2022, Dinas PUPR Agara Rampungkan Proyek Jembatan Senilai Rp70 M

Kepala Dinas PUPR Agara, H. Rasid Efendi, ST, MM saat dikonfirmasi Waspada.id terkait pembangunan jalan dan jembatan, Rabu (2/12). 2022, Dinas PUPR Agara rampungkan proyek jembatan senilai Rp70 M. Waspada/Seh Muhammad Amin
Kepala Dinas PUPR Agara, H. Rasid Efendi, ST, MM saat dikonfirmasi Waspada.id terkait pembangunan jalan dan jembatan, Rabu (2/12). 2022, Dinas PUPR Agara rampungkan proyek jembatan senilai Rp70 M. Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada) : Pembangunan jembatan rangka baja Ngkeran Kecamatan Lawe Alas penghubung Desa Pedesi Kecamatan Bambel di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) mulai dari awal pekerjaan hingga selesai menelan biaya senilai Rp70 miliar.

Proyek reguler sejak 2014 ini yang bersumber biaya Otsus disertai pembangunan aspal badan jalan jembatan itu direncanakan selesai 2022 mendatang, jika tidak ada kendala dalam proses pengerjaannya ke depan.

Demikian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Agara) H. Rasid Efendi, ST, MM kepada Waspada.id saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (2/12) terkait sejumlah jembatan yang dikerjakan.

Dijelaskannya, selain jembatan rangka baja Ngkeran Lawe Alas, juga jembatan mini PWI Kutacane, jembatan mini Marlboro sedang proses pengerjaan. “Insya Allah bulan ini selesai, sedangkan jembatan mini Terandam sudah selesai dikerjakan beberapa bulan belakangan ini,” ujar Kadis.

Lanjut Kadis, untuk pembangunan kemajuan Aceh Tenggara seperti ruas jalan Mbarung Kedataran-Kuta Tengah, Mbarung-Teldak, lebih kurang sepanjang 73 kilometer, tahun ini sudah diusulkan pihaknya sebagai tanggung jawab Pemerintahan Aceh.

“Usulan ini sudah lengkap syarat dan masing-masing sudah kita serahkan berkasnya kepada Dinas PU Provinsi Aceh, Bappeda Provinsi Aceh dan DPRA. Alhammdulillah usulan kita disambut hangat. Artinya semua mereka mendukung terlebih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dapil 8,” tutur Kepala Dinas PUPR Agara.

“Kenapa kita serahkan ruas jalan ini, karena dana APBK kita terbatas, Dinas PU Provinsi Aceh anggarannya besar, ruas jalan yang kita serahkan ini nantinya dengan lebar badan jalan tersebut 6 meter. Mudah-mudahan hal ini terwujud,” paparnya.

Sebab, lanjut Kadis, tim Pemerintah Aceh akan turun dan meninjau langsung ke lokasi ini. “Mereka datang antara bulan 12 ini atau tanggal 1 Januari 2021,” kata Kadis.

Selain itu, direncanakan ruas jalan lingkar Desa Lawe Bekung, Desa Lawe Pangkat-Desa Kute Galuh. “Ini juga kita usulkan nantinya karena bupati sudah menyetujui usulan jalan tersebut untuk menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh untuk membangun kerusakan ruas jalan,” kata Kadis lagi.

Terkait biaya perbaikan kerusakan oprit jembatan pantai barat di perubahan APBK 2021 jika tidak tertampung nantinya, dengan terpaksa pada 2022. “Anggaran kita terbatas, tahun 2021 diprioritaskan perbaikan ruas jalan utama,” tutup Kadis.(cseh)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2