Waspada
Waspada » 2019 Angka Perceraian Di Abdya Tinggi
Aceh

2019 Angka Perceraian Di Abdya Tinggi

Waspada/Ist
Waspada/Ist

Data diterima Senin (30/12), tercatat sebanyak 130 kasus perkara cerai gugat terjadi di Abdya, terhitung sejak Januari hingga Desember 2019. Sedangkan untuk perkara cerai talak di tahun 2019 ini, sebanyak 39 kasus.

Ketua Mahkamah Syariah Blangpidie, Amrin Salim mengatakan, pihaknya telah menangani sebanyak 130 kasus cerai gugat, terhitung Januari hingga Desember tahun 2019. Sementara perkara cerai talak lebih rendah yakni hanya 39 perkara. Imbasnya, dalam tahun 2019 ini, sebanyak 169 warga Abdya, menyandang status janda dan duda.

Amrin Salim menambahkan, saat ini Mahkamah Syariah Blangpidie, belum bisa memberikan perbandingan data perceraian dengan tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan, Mahkamah Syariah Blangpidie baru beroperasi di Abdya pada akhir tahun 2018 lalu.

Dikatakan, ada beberapa item yang menjadi faktor pemicu terjadinya kasus perceraian di Abdya. Diantaranya, faktor ekonomi, perselingkuhan, perselisihan secara terus menerus, serta beberapa tindakan lainnya. “Kemajuan teknologi juga dimanfaatkan sebagai pemicu perselisihan,” ujar Amrin Salim.

Meski gugatan perceraian itu banyak yang masuk ke Mahkamah Syariah Blangpidie katanya, namun pihaknya tidak begitu saja mengabulkan permohonan gugatan itu. Masih ada beberapa upaya lain yang ditempuh, agar perceraian tidak terjadi. Seperti upaya mediasi antara kedua belah pihak, dengan harapan pasangan dimaksud bisa damai kembali dan kembali melanjutkan hubungan dalam bingkai perkawinan.

Amrin Salim menyebutkan, Mahkamah Syariah Blangpidie tidak hanya berperan menangani perceraian semata. Ada beberapa peran lainnya, yang juga menjadi tugas mereka. Poin itu meliputi permohonan voluntair, dengan jumlah yang sudah ditangani sebanyak 41 pemohon. Istbat nikah contentius 6 pemohon. Penetapan ahli waris 12 pemohon. Dispensasi nikah 4 pemohon. Wali adhal 2 pemohon dan perubahan nama di buku nikah, sebanyak 1 pemohon. “Banyak tugas dan peran yang harus kami tuntaskan termasuk tentang jinayat 2 pemohon,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya berpesan kepada seluruh masyarakat, agar tetap berfikir positif dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga. “Jangan langsung mengambil cara pintas, yang nantinya akan merugikan diri sendiri termasuk anak,” pungkasnya. (cza)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2