Waspada
Waspada » 20.000 KTP-el Dicetak Dalam Lima Hari
Aceh

20.000 KTP-el Dicetak Dalam Lima Hari

Warga mengantri di loket menunggu percetakan identitas Pelayanan Cetak Massal KTP-el di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kab. Aceh Timur di Idi, Senin (13/3). Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Timur, saat ini sedang mencetak 20.000 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

Proses pergantian identitas dari Surat Keterangan (Suket) ke KTP-el akan berlangsung selama lima hari terhitung, Senin-Jumat (9-13/3).

“Untuk percepatan proses cetak, kita juga dibantu tenaga dan tiga alat cetak dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Tamiang dan Dinas Reintegrasi Kependudukan (DRK) Provinsi Aceh,” kata Kepala Dinas Dukcapil Kab. Aceh Timur, Amiruddin NN, SH, kepada Waspada, disela-sela Cetak KTP-el di Idi, Senin (9/3).

Pergantian suket ke KTP-el mengingat dalam dua bulan terakhir pihaknya mendapat 28.000 keping blangko KTP-el yang dikirim Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendari) RI.

“Jika dalam sepekan kedepan kita cetak 20.000 keping KTP-el, maka sisanya 8.000 keping blangko untuk kita cetak selanjutnya seiring dengan bertambahnya penduduk yang wajib memiliki KTP-el,” urai Amiruddin.

Digantinya suket ke KTP-el, Amiruddin mengaku telah menginformasikan ke seluruh masyarakat melalui pihak kecamatan dan aparatur desa.

Mengingat ruang antri di kantor yang sempit, maka untuk proses cetak kita bagi dalam dua ruangan di lantai satu dan dua. Sementara proses penyerahan kita lakukan di halaman gedung.

“Hanya sebentar sudah siap, karena masyarakat datang menyerahkan suket. Lalu duduk mengantre sambil membaca buku, lalu 15-20 menit sudah selesai dicetak KTP-elektronik,” sebut Amiruddin seraya meminta, masyarakat dipersilakan datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Timur di Komplek Pusat Perkantoran Pemkab Aceh Timur di Idi.

Di sisi lain, warga diharap tidak perlu memberikan suket ke orang-orang yang tidak dikenalnya dengan berbagai alasan, karena hal itu dapat memperlambat proses cetak.

“Untuk menghindari calo, kami minta masyarakat yang memegang suket langsung menyerahkannya ke petugas di loket dan mengantre sebentar. Jangan serahkan ke orang lain, apalagi dengan meminta sejumlah uang, karena proses administrasi kependudukan ini gratis dan sama sekali tidak dipungut biaya,” tutup Amiruddin NN. (b24).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2