IDI (Waspada): Jumlah keseluruhan rumah yang rusak akibat diterjang kencang mencapai 19 unit. Data tersebut sesuai dengan laporan pihak kecamatan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur.
Data terbaru, rumah yang rusak ditimpa pohon akibat angin kencang yakni milik Fuadi dan Kamaruddin (Gampong Seuneubok Jalan) dan rumah milik Muhammad Ya’kub (Gampong Babah Krueng).
“Ada tiga rumah yang rusak akibat ditimpa pohon di Peureulak Timur, tapi ketiganya telah dibersihkan pihak BPBD Aceh Timur bersama masyarakat dibantu unsur TNI/Polri,” ujar Camat Peureulak Timur, Teuku Taharuddin, SP, kepada Waspada, Senin (6/3).
Dikatakannya, ketiga unit rumah yang ditimpa pohon tersebut tergolong rusak parah. Bahkan petugas bersama warga mengalami kesulitan dalam membersihkan dahan dan cabang pohon yang menutupi ketiga rumah. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah bencana alam ini,” ujar Teuku Taharuddin.
Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, SE, MM, dikonfirmasi Waspada, membenarkan adanya angin kencang yang terjadi, Sabtu (4/3) dini hari. Akibatnya, belasan rumah mengalami kerusakan akibat atapnya rusak dan sebagian rumah rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang.
“Sebagian rumah yang rusak akibat atapnya terangkat saat angin kencang. Tapi sebagian kerusakan akibat tumbangnya pohon di halaman rumah hingga menimpa atap rumah,” kata Ashadi, seraya mengaku, tim gabungan telah melakukan pembersihan rumah yang ditimpa pohon.
Berdasarkan data yang diperoleh sebelumnya, sebanyak 16 unit rumah rusak dihantam angin puting beliung, Sabtu (4/3). Rumah yang rusak meliputi di Kecamatan Peureulak yakni empat unit di Gampong Peulawi, tiga unit di Gampong Seumatang Muda Itam, tiga unit di Gampong Kuala Bugak, satu unit di Gampong Buket Pala, dan satu unit di Gampong Kuala Leuge. Selanjutnya, empat unit rumah yang rusak di Kecamatan Birem Bayeun, tepatnya Gampong Paya Tampah. (b11).