11 Pembunuh 5 Gajah Gol - Waspada

11 Pembunuh 5 Gajah Gol

  • Bagikan

ACEH JAYA (Waspada): Sebanyak 11 pembunuh lima ekor gajah sumatera dalam wilayah hukum Polres Aceh Jaya, berhasil diringkus. Belasan tersangka diduga terlibat dalam pembunuhan satwa dilindungi itu di Desa Tuwie Peuriya, Pasie Raya, Aceh Jaya, Rabu (1/1) lalu.

Berdasarkan keterangan polisi, awalnya petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Jaya menangkap tujuh pelaku, Jumat (27/8). Mereka masing-masing berinisial HD, 39, LH, 43, HI, 46, SP, 62, MR, 32, ZB, 25, dan MA, 38. 

“Enam pelaku ini ditangkap disejumlah titik dalam wilayah Aceh Jaya. Sementara satu orang pelaku lain ditangkap di salah satu tempat di Kota Banda Aceh,” kata Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir, dalam Konferensi Pers di Aceh Jaya, Rabu (15/9).

Dikatakannya, ketujuh pelaku melakukan peran yang berbeda, mulai dari membuat jerat hingga mengeksekusi gading gajah. “Semua tindakan kejahatan pelaku memang diatur dan direncanakan secara matang. Namun dari ketujuh pelaku, MA adalah pelaku yang paling berperan,” timpa Harlan.

Lalu, dua pelaku yang awalnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) memutuskan untuk menyerahkan diri ke Polres Aceh Jaya. Keduanya berinisial SD, 49, dan AM, 61, warga Aceh Jaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaa terhadap sembilan pelaku, lalu polisi kembali menangkap dua pelaku pembunuh gajah lainnya di Aceh Jaya. Keduanya berinisial IF, 46, dan MN, 68. IF dan MN ber0eran sebagai penjual dan pembeli gading gajah sumatera.

Kapolres Aceh Jaya menerangkan, bahwa para pelaku menjual tiga pasang gading dengan harga Rp3.500.000, ke penadah yang sama dengan kasus pembunuhan gajah sumatera di Desa Jambo Reuhat, Banda Alam, Aceh Timur, berinisial MD.

“Aksi ini (pembunuhan gajah–red) memang sudah direncanakan oleh para pelaku. Tujuannya memang untuk diperjualbelikan. Tiga pasang gading gajah dijual, sepasang gading gajah berhasil diamankan dan sepasang lainnya masih dicari,” terang AKBP Harlan Amir.

Sebagai sanksi, ke-11 pelaku akan dituntut dengan pasal 40 ayat (2) JO pasal 21 ayat (2) huruf A dan B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE) Jo Pasal 55 KUHP.

“Ancaman pidana kurungan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta,” tutup AKBP Harlan Amir.

Sementara itu, Sekretaris FJL Aceh, Indra Wijaya, terpisah mengapresiasi terhadap keberhasilan Polres Aceh Jaya, dalam menangkap tersangka pembunuh gajah, apalagi kasus tersebut sudah lama terkatung-katung.

“Sejak awal kejadian diketahui, FJL terus mengawal, bahkan beberapa kali kami gelar diskusi publik dan mendatangi Polda Aceh dan Polres Aceh Jaya, mendorong dan mendukung pengungkapan. Alhamdulillah akhirnya berkat dukungan masyarakat hari ini kasus kejahatan satwa dilindungi terungkap,” ujar Indra. (b11)

Keterangan Foto : BARANG BUKTI: Polisi memperlihatkan barang bukti (BB) dan tersangka dalam kasus pembunuhan gajah sumatera di Polres Aceh Jaya di Calang, Rabu (15/9). Waspada/Ist.

  • Bagikan