Waspada
Waspada » 106 Warga Atim Jalani Rapid Test, 6 Lainnya Swab Test
Aceh Kesehatan

106 Warga Atim Jalani Rapid Test, 6 Lainnya Swab Test

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan rapid test terhadap warga di Aceh Timur, pekan lalu. Waspada/M. Ishak
Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan rapid test terhadap warga di Aceh Timur, pekan lalu. Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Sejak meningkatnya kasus COVID-19 di Aceh, sebanyak 106 warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Timur menjalani rapid test yang dilakukan pihak Laboratorium RSUD Dr. Zubir Mahmud. Sementara enam lainnya telah menjalani swab test.

“Update hingga pukul 10:00 Wib hari ini, rapid test yang kita lakukan sudah mencapai 106 orang. Sementara swab test sebanyak 6 orang,” kata Jubid Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Aceh Timur, Dr. H. Edy Gunawan MARS, kepada Waspada, Senin (29/6).

Disebutkan, swab test yang dilakukan pihaknya meliputi warga Kota Medan (1 orang), Aceh Tamiang (2 orang), Idi Rayeuk (1 orang) dan Kota Kualasimpang (2 orang) serta Peureulak (1 orang). Usianya meliputi 18 tahun, 20 tahun, 27 tahun, 33 tahun, 51 tahun dan 52 tahun.

“Dari seluruh warga yang menjalani rapid test, sebagian diantaranya sudah menjalani 2-3 kali. Tapi sebagian besar rapid yang dilakukan sekali,” kata Edy seraya menyebutkan, seluruh warga di Kabupaten Aceh Timur yang sudah menjalani rapid test meliputi 60 laki-laki dan 46 perempuan.

Dirinya mengaku akan terus melakukan rapid test terhadap masyarakat di Kabupaten Aceh Timur, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di kecamatan-kecamatan.

“Bahkan kita nantinya akan lakukan rapid test secara berkala ke pasar-pasar di berbagai kecamatan,” sebut Edy.

Sementara Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib, SH, terpisah terus mengajak, masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat beraktifitas di luar rumah, dan tetap menjaga pola hidup sehat.

“Untuk sementara hindari bepergian ke daerah terjangkit, seperti Aceh Utara, Banda Aceh dan ke Kota Medan. Hal ini untuk memutuskan rantai penyebaran virus wabah COVID-19 di daerah ini,” ujar bupati.

Bupati juga mengharapkan, para pekerja yang pulang dari negara terjangkit seperti Malaysia agar segera melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya tanpa harus berinteraksi dengan keluarga sebelum 14 hari. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2