1.395 Sapi Terpapar Wabah PMK Di Langsa

- Aceh
  • Bagikan

LANGSA (Waspada) : Sebanyak 1.395 ekor Sapi di Kota Langsa positif terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hal ini sesuai update laporan dari Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Langsa hingga Rabu (25/5) kemarin.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Langsa, Banta Ahmad, S.ST. Pi, kepada wartawan, Kamis (26/5) menjelaskan bahwa dari jumlah 1.395 ekor sapi positif PMK tersebut terdapat 583 ekor sapi yang dilaporkan sembuh, lalu yang mati 6 ekor, dan 1 ekor potong paksa.

Terlihat tim laboratorium Balai Veteriner Medan saat mengambil sampel pada sejumlah Sapi di Kota Langsa, Kamis (26/5). Waspada/Rapian

“Kami akan terus memantau pergerakan kasus PMK maupun LSD di wilayah ini, dan setiap harinya update penambahan dan kesembuhan sapi-sapi yang positif PMK,” terangnya.

Menurutnya, dimana sebelumnya dari hasil pemeriksaan laboratorium Balai Veteriner Medan terhadap sampel sapi di Kota Langsa dinyatakan positif terpapar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal lain, kata Banta, selain PMK, sejumlah sapi juga terkena atau positif terjangkit Lumpy Skin Diseses (LSD) yaitu penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox.

“Pemeriksaan di laboratorium Balai Veteriner Medan atas uji sampel 8 ekor sapi yang telah dibawa petugas Balai Veteriner Medan berapa waktu lalu sudah kita terima dan hasilnya sapi-sapi itu dinyatakan positif PMK,” sebut Banta didampingi Kabid Peternakan, Drh. Elga.

Sementara update data, Selasa (24/5), tambah Banta, ada sebanyak 1.321 ekor sapi milik masyarakat di daerah Kota Langsa ini dinyatakan positif PMK.

Dari jumlah itu, 551 ekor sapi diantaranya dinyatakan sudah sembuh dan yang mati 6 ekor serta yang dipotong paksa oleh pemiliknya ada 1 ekor.

Sapi yang dilaporkan sudah sembuh dari wabah PMK ini dikarenakan sebelumnya sapi tersebut cepat dilakukan pemberian antibiotik dan vitamin.

“Tapi sekarang stok antibiotik dan vitamin di DPPKP Kota Langsa sudah habis, serta yang ada dijual di pasaran juga sudah langka didapatkan oleh masyarakat,” katanya.

Sambung Banta, ada penemuan kasus terpapar penyakit Lumpy Skin Diseses (LSD) selain terpapar wabah PMK dari hasil uji laboratorium Balai Veteriner Medan sejumlah sapi di Kota Langsa.

LSD yaitu penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox dan secara kasat mata terlihat timbulnya benjolan pada kulit sapi.

“Saat inibada 54 ekor sapi di daerah kita yang juga terjangkit penyakit LSD,” ujar Banta.

Dimana secara umum gejala LSD ini yaitu sapi mengalami demam tinggi, penurunan berat badan, kerusakan kulit seperti timbulnya benjolan pada kulit sapi dan lainnya.

Adapun upaya selama ini pihak dinas sudah melakukan vaksin terhadap 1.000 ekor sapi di Kota Langsa untuk mengantisipasi terjangkitnya penyakit LSD tersebut.

“Saat ini stok vaksin di DPPKP setempat juga sudah habis dan menunggu adanya dikirim dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh atau Kementrian Pertanian,” tutup Banta. (crp).


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.