Waspada
Waspada » 1.028 Pelanggar Terjaring Razia Prokes Sasar Sekolah
Aceh Headlines

1.028 Pelanggar Terjaring Razia Prokes Sasar Sekolah

Tim gabungan saat memantau pelaksanaan protokol kesehatan dalam proses pembelajaran tatap muka di salah satu madrasah di Keude Gerobak, Banda Alam, Aceh Timur, Senin (30/11). 1.028 pelanggar terjaring razia Prokes aasar sekolah. Waspada/M. Ishak
Tim gabungan saat memantau pelaksanaan protokol kesehatan dalam proses pembelajaran tatap muka di salah satu madrasah di Keude Gerobak, Banda Alam, Aceh Timur, Senin (30/11). 1.028 pelanggar terjaring razia Prokes aasar sekolah. Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Bukan hanya fasilitas umum, Warkop, hotel dan objek wisata lainnya, tim gabungan juga ikut menyasar sarana pendidikan, baik formal maupun non-formal. Meskipun baru tahap sanksi ringan, namun pelanggar yang berturut-turut kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi sedang dan berat sesuai peraturan bupati (Perbup).

“Penekanan mematuhi Prokes bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 di daerah ini, sehingga seluruh tempat keramaian akan disisir,” kata Kepala Satpol-PP dan WH Aceh Timur, Teuku Amran atau Ampon, kepada Waspada.id, Senin (30/11).

Dia menyebutkan, total pelanggar yang terjaring tim gabungan sejak 1 Oktober – 29 November, telah mencapai 1.028 orang. Seluruh pelanggar ditegur secara lisan dan dicatat identitasnya dan profesinya, baik ASN, tenaga pendidik dan non-kependidikan.

“Bahkan kita juga mencatat identitas setiap aparat desa yang kedapatan melanggar juga tetap kita catat sebagai laporan Operasi Yustisi untuk dilaporkan ke pimpinan,” sebut Ampon seraya menuturkan, Operasi Yustisi akan dilakukan tim gabungan siang dan malam dengan sasaran seluruh tempat keramaian.

Terjaring

Dalam Operasi Yustisi yang dilakukan di Kecamatan Banda Alam, dua tenaga pengajar salah satu madrasah di daerah pedalaman itu kedapatan tidak mengenakan masker. “Ada dua guru yang melanggar Prokes saat kita pantau proses pembelajaran tatap muka di salah satu madrasah. Setelah ditegur secara lisan, kita juga mencatat identitasnya. Mudah-mudahan ke depan tidak terulang hal serupa,” sebut Ampon.

Pelaksanaan Operasi Yustisi tersebut sesuai Perbup No 32/2020 meliputi sekolah, madrasah, dan perkantoran. Razia sebagaimana biasanya melibatkan unsur TNI/Polri, Pol-PP dan WH, Satgas BPBD, Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Pengadilan Negeri Idi, dan instansi terkait lainnya. (b11).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2