SINGKIL (Waspada): Jelang bulan Ramadan, harga beras di Kabupaten Aceh Singkil mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir.
Hingga memasuki H-1 Ramadhan bahan pokok yang terbilang ekonomis dan harga terjangkau pun mulai langka di pasaran.
Sejumlah ibu-ibu rumah tangga mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok tersebut. Seperti beras SPHP yang menjadi incaran ibu-ibu rumah tangga dibeberapa warung dan grosir kosong.
Amatan Waspada.id, sejumlah warung dan kedai yang masih tersedia beras SPHP ini, harganya pun melambung tinggi hingga mencapai Rp70 ribu per sak 5 kilogram.
Padahal 2 minggu yang lalu, beras SPHP ini masih dibanderol dengan harga Rp63 ribu di grosir dan Rp65 ribu di warung-warung kelontong lainnya. Sementara harga beras MB biasa, mencapai Rp.74 ribu per sak 5 kg.
Selain beras, harga bahan pokok lainnya sejak kemarin juga mulai merangkak naik. Seperti gula pasir biasa dibanderol dengan harga Rp18 ribu per satu kilogram, namun sejak kemarin mulai naik menjadi Rp20 ribu.
Kemudian minyak goreng kemasan minyak kita biasa Rp16 ribu menjadi Rp17 ribu. Dan minyak kita botol menjadi Rp18 ribu.
Meski harga bahan pokok lainnya terpantau tetap stabil, seperti bawang merah dan cabai, namun harga komoditi jenis sayuran seperti kentang, wortel dan sayuran lainnya mulai mengalami kenaikan.
Sementara itu, hingga H-1 bulan suci Ramadhan, belum ada upaya serius pemerintah daerah untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok khususnya beras menjelang ramadhan tahun ini.
Padahal anggaran yang dikucurkan untuk pengendalian inflasi dalam menjaga stabilitas ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Aceh Singkil selama 3 tahun terakhir nilainya cukup fantastis, hingga mencapai Rp20 miliar lebih.
Termasuk program pengendalian inflasi, penanganan stunting dan penggunaan produk dalam negeri.
Anggaran tersebut masing-masing bersumber dari Dana Intensif Daerah (DID) tahun 2022, sumber dana Intensif Fiskal tahun 2023 dan sumber dana Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) tahun 2024.
Kepala Dinas Pangan Abdul Haris yang dikonfirmasi Waspada.id, Jumat (28/2) mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengambil kebijakan menahan sementara beras jenis SPHP, untuk menaikkan harga gabah ditingkat petani. Hal ini menyebabkan kelangkaan beras jenis SPHP tersebut.
Sehingga, secara nasional harga beras mengalami kenaikan. Namun sebagian daerah pemerintah melakukan operasi pasar yang dilakukan di Kantor Pos bekerjasama dengan Bulog.
Sementara untuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terus dilaksanakan selama 3 tahun terakhir, tahun ini masih menunggu hasil verifikasi anggaran. Hal ini disebabkan akibat terjadinya efisiensi anggaran tahun 2025.
“Untuk operasi pasar di Kantor Pos Singkil sedang dikoordinasikan dengan Kantor Pos oleh Kabid Cadangan Pangan, namun sampai sekarang belum ada laporan,” ucap Haris. (b25)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.