MADINA (Waspada): Meski telah dikonfirmasi berkali-kali untuk dimintai keterangan serta tanggapan atas dugaan adanya mark up Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 yang bernilai Rp1.039.204.000, Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Mandailing Natal (Madina) Ahmad Undri tetap bungkam dan diam seribu bahasa.
Bahkan hingga saat ini Ahmad Undri belum memberikan klarifikasi secara terbuka pada publik terkait dugaan mark up dana DAK yang bernilai miliaran rupiah tersebut. Hal ini memperkuat dugaan jika Kepala SLB Negeri Madina disinyalir terlibat dalam proses praktik korupsi ataupun mark up dana DAK yang dinilai dapat merugikan keuangan negara dengan nilai yang sangat fantastis.
Baca juga:
Menanggapi bungkamnya Kepala SLB Madina yakni Ahmad Undri, Lembaga LI TIPIKOR & AHICW yang sedari awal menyoroti kejanggalan-kejanggalan penggunaan dana DAK TA 2024 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Tawada Jamal Leonard Malau selaku Direktur Insvestigasi LI TIPIKOR & AHICW dalam keterangannya kepada Waspada, Rabu, (26/02) menjelaskan jika memang dana DAK Disdik Pemprov 2024 ini telah dijadikan sapi perah oleh oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri.
“Kita lihat berita viral hari ini, kantor Disdik Sumut terbakar, yang mana kita tahu sendiri bahwa saat ini KPK sedang mendalami penyidikan kasus korupsi dana DAK 2024 senilai Rp176 miliar, indikasi inikan juga kita duga Kepala SLB Madina mungkin terlibat, makanya hingga saat ini beliau bungkam, ini dugaan kita” terang Jamal.
Jamal juga menambahkan jika saat ini Lembaga LI TIPIKOR & AHICW telah melakukan investigasi ke berapa sekolah di bawah naungan Disdik Pemprovsu di Sumatera Utara. Bahkan dikatakannya, beberapa sekolah di wilayah Madina pun sudah dilakukan investigasi terhadap kegiatan dana DAK tahun 2024.
“Di Madina kita sudah inverstigasi langsung, dan semuanya kita temukan bermasalah, dan saat ini persoalan ini telah kita laporkan ke APH, termasuk SLB Madina,” pungkasnya. (cah)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.