Safinah, Cleaning Service Polsek Pangkalansusu Antar Dua Anak Jadi Sarjana

  • Bagikan
SAFINAH, petugas cleaning service diabadikan saat berada di ruang Sat Reskrim Polsek Pangkalansusu. Waspada/Asrirrais
SAFINAH, petugas cleaning service diabadikan saat berada di ruang Sat Reskrim Polsek Pangkalansusu. Waspada/Asrirrais

“Jika kelak sukses, bantulah orang susah dan jangan memandang orang lain rendah. Ingatlah masa lalu kita yang susah” (Safinah)

REALITA hidup susah yang dirasakan Safinah dari sejak masa kanak-kanak, tidak membuat mentalnya rapuh. Malah, ibu dari dua orang anak yang berstatus single parent ini makin kuat dan tegar menghadapi berbagai cobaan hidup.

Status kehidupan kedua orang tuanya yang miskin ketika itu, memaksa Safinah dari sejak kecil harus tinggal bersama orang lain di saat ia masih sangat membutuhkan belaian kasih sayang dari kedua orang tuanya tercinta.

Numpang bersama orang, tentunya tidak seenak tinggal bersama orang tua kandung sendiri. Namun, keadaanlah yang memaksa Safinah harus bisa belajar hidup mandiri di atas kaki sendiri dari sejak masa kanak-kanak.

Beranjak dewasa, wanita berdarah Aceh yang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini dipersunting seorang perjaka. Tapi, usia perkawinannya tidak berlangsung lama. Sang suami tutup usia saat putri sulungnya masih berumur 8 bulan.

Sebagai isteri yang ditinggal mati oleh sang suami, tentu manusiawi merasa sedih. Tapi, Safinah tak mau terus larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Ia bangkit berjuang sendiri menunaikan kewajiban sebagai seorang ibu untuk membesarkan sang anak.

Beberapa tahun kemudian, perempuan bertubuh kurus yang selalu berpenampilan ceria dan penuh humor ini kembali mendapat jodoh. Ia kembali menikah, namun di tengah jalan, biduk rumah tangganya dihantam badai.

Ia harus menelan kenyataan pahit dari sebuah perceraian dengan sang suami di saat putri keduanya masih berumur 10 bulan. Pasca perceraian, Safinah, kembali harus banting tulang untuk membesarkan kedua putrinya.

Pada tahun 2005, ia bekerja sebagai cleaning service di Polsek Pangkalansusu. Honor yang tidak mencukupi ketika itu memaksa Safinah berjuang mencari penghasilan ekstra menjadi pencuci pakaian dari rumah ke rumah.

Ia berjuang keras bukan hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan sejengkal perut saja, tapi lebih dari itu, untuk keberlanjutan pendidikan kedua putrinya. Ia berharap, lewat pendidikan, anaknya dapat mengubah nasib.

Salah seorang Kapolsek yang merasa prihatin meminta Safinah untuk tetap fokus bekerja sebagai cleaning service di Mapolsek. Untuk meringankan beban hidupnya, anggota Polri selalu memberi bantuan beras setiap bulan.

“Beberapa Kapolsek yang pernah menjabat di Polsek Pangkalansusu ini selalu membantu saya sampai sekarang ini,” ujar perempuan kelahiran Langsa tahun 1980 ini dengan penuh rasa syukur saat ditemui Waspada di ruang Sat Reskrim Polsek Pangkalansusu, Rabu (16/10).

Dia menuturkan, perhatian para Kapolsek terhadap dirinya sangat luar biasa. Bahkan, salah seorang Kapolsek semasa dijabat AKP Amir Muslim membelikan sebidang tanah untuk tapak rumah karena ia tak punya rumah.

Setelah Kapolsek berganti, pimpinan Polsek berikutnya membangunkan rumahnya di atas tanah ukuran 8 x 12. Meski proses mendirikan rumah tidak langsung selesai, tetapi secara bertahap bangunan ‘istana’ sederhana tempat Safinah bernaung kini telah rampung.

Sebagai pekerja cleaning service, honor yang diterimanya tidaklah besar. Tapi, wanita yang akrab disapa Inong ini selalu bersyukur berkat support dari sejumlah Kapolsek, dua putrinya bisa melanjutkan pendidikan hingga sampai ke jenjang perguruan tinggi.

Safinah pantas merasa bangga, sebab buah dari kerja ikhlasnya sang putri sulung, Inge Mulyani, kini telah menyelesaikan perkuliahan program Strata 1 (S1) di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Banda Aceh.

Sementara, putri keduanya, Nadia Irlasa, yang merupakan atlet olah raga bela diri taekwondo yang berprestasi mendapat beasiswa kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Graha Kirana, Medan. Menurutnya, si bungsu akan diwisuda pada bulan Nopember 2024 mendatang.

Safinah menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan kebaikan para Kapolsek, termasuk personel anggota terhadap dirinya sehingga ia kini dapat memiliki rumah dan kedua putrinya bisa kuliah di perguruan tinggi.

Perempuan berkulit gelap yang memiliki prinsip hidup bekerja ikhlas ini bersyukur hingga sampai sekarang ini bisa tetap mengabdi di Mapolsek. “Saya menganggap Polsek ini seperti rumah saya sendiri,” ujarnya.

Kepada kedua putrinya ia berharap agar dapat menjadi anak yang sholeha dan bermanfaat buat orang banyak. “Saya menekan kepada mereka, jika kelak sukses, bantulah orang susah dan jangan memandang orang lain rendah. Ingatlah masa lalu kita yang susah,” imbuhnya dengan bola mata berkaca-kaca. WASPADA.id/Asrirrais


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Safinah, Cleaning Service Polsek Pangkalansusu Antar Dua Anak Jadi Sarjana

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *