Nasib perjalanan kehidupan anak manusia tidak ada yang bisa meramal. Untung dan malang mutlak menjadi rahasia Allah sebagai pencipta umat manusia di muka bumi.
BEGITULAH yang dirasakan Azla Eka Sari Lubis. Ibu malang ini dahulunya pernah menikmati hidup yang serba berkecukupan. Namun, dalam beberapa tahun belakangan ini, hidup ibu dari dua anak berbalik 360 derajat. Ia bak seperti kata pepatah sudah jatuh terima tangga.
Perempuan berdarah Mandailing jebolan S1 dari Universitas Mercubuana, Jakarta, ini dulunya adalah anak seorang wirausahawan atau kontraktor. Semasa kecil, Eka, tinggal bersama dengan kedua orang tuanya di Stabat.
Pada tahun 1993, papanya memutus pindah ke ibu kota negara, Jakarta, untuk mengubah nasib agar dapat lebih mapan lagi. Didukung dengan kerja keras, keluarga ini bisa survive di tengah iklim ibu kota yang penuh kompetitif.
Eka ketika itu masih SMP dan setelah tamat, ia melanjutkan pendidikan ke SMA. Usai menamatkan sekolah menengah, remaja berprestasi ini meneruskan kuliah kejuruan di Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi (LP3I) Jakarta.
Setelah selesai menimba ilmu di LP3I, Eka, diterima bekerja di kantor perusahaan sawit PT Dumai Bulking, grupnya PT Darmex Agro Group milik seorang pengusaha perkebunan kelapa sawit ternama, Surya Darmadi.
Di tengah kesibukan di dunia kerja, Eka, yang merasa haus akan ilmu pengetahuan masuk ke perguruan tinggi swasta, yakni Universitas Mercubuana mengambil jurusan ekonomi. Ia menyelesaikan perkuliahan program Strata 1.
Pada tahun 2008, Eka menikah dengan Roby Awaluddin. Setahun kemudian, buah hasil perkawinannya ia mengandung anak kembar berjenis kelamin perempuan. Kemudian, proses persalinannya tidak bisa normal, melainkan harus melalui operasi caesar.
Awal Petaka
Pascaoperasi melahirkan, ibu dari dua orang anak kembar ini merasakan seperti kehilangan keseimbangan pada bagian fisiknya yang lama kelamaan berdampak pada kelumpuhan pada kedua kakinya.
Berbicara kepada Waspada, Selasa (24/9), Eka menuturkan, dengan kondisi fisik yang sudah melemah, suaminya tega menjatuhkan talak. “Persis tahun 2014 lalu, saya diceraikan oleh suami,” imbuh Eka yang tampak tetap tegar.
Karena kedua orangtuanya sudah meninggal dan tidak ada tempat bersandar, Eka yang sudah berstatus single parent membulatkan tekad kembali pindah ke Stabat. Ia membeli sebuah rumah permanen yang sederhana.
Tiga tahun kemudian, kata ibu malang itu, eks suaminya datang meminta rujuk dan ia dibawa sang suami ke Depok, Jawa Barat. Malangnya, mahligai rumah tangga Eka tak bertahan lama, dalam kondisi sakit, ia ditinggal sang suami.
Kini, wanita alumni Universitas Mercubuana yang sudah tak berdaya ini tinggal sendiri di rumahnya di Jalan Zainul Arifin, Lingk III, Stabat. Ia praktis tidak dapat beraktivitas. Hari-harinya dihabiskan di atas kursi roda.
Untuk aktivitasnya sehari-hari, Eka, meminta bantuan dari seorang tetangga. Bantuan ini tentunya tidaklah gratis. Di tengah kondisi finansial yang semakin menipis, ia terpaksa harus mengeluarkan uang buat upah orang yang telah membantunya.
Eka yang dulunya bekerja di perusahaan swasta bergengsi, kini sama sekali sudah tidak memiliki penghasilan. Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan sisa peninggalan almarhum ayahnya, Azhar Lubis. “Saya bersyukur, masih ada peninggalan orangtua, meski kondisinya sudah menipis,” ujarnya.
Selain itu, Eka, menyampaikan rasa syukurnya, karena teman-temannya semasa ia tinggal di Jakarta, masih memiliki rasa empati terhadap dirinya yang sedang mengalami cobaan hidup yang sangat berat ini. “Alhamdulillah, teman-teman memberi support,” tukas ibu dua anak itu.
Satu hal lagi yang menambah kesedihan baginya, di tengah kondisinya yang lumpuh dan terpuruk, komunikasi dengan kedua putri kembarnya sudah cukup lama terputus. Eka mengaku pernah menghubungi putrinya lewat WhatsApp, namun tidak ada direspon.
Terakhir sang buah hati ada menghubunginya pada tahun 2022 lalu. Eka, merasa teriris putri kembarnya yang kini sudah berusia 15 tahun itu seperti dalam kondisi psikis yang tertekan. Ia menceritakan, putrinya terakhir kali berkata, “kalau Umi sudah sembuh jemput kami ya”.
Ingin Tinggal Di Panti
Di tengah deraan penyakit lumpuh pada kedua kaki yang kini telah menjalar ke tangan kirinya, Eka, yang kini hidup sebatangkara dan terancam papa ini, terus berjuang demi untuk mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia berharap, penyakitnya dapat pengobatan.
Eka mengaku, ia sudah didatangi oleh lurah, camat, Dinas Sosial Langkat. Ibu ini meminta agar ditempatkan di panti penampungan, karena ia sudah tak memiliki keluarga dan tak bisa mandiri. Namun, katanya, Dinsos menyatakan, mereka tidak menerima yang tidak mandiri.
Tidak berhenti sampai di situ, ibu malang ini terus berjuang mencoba menghubungi Kemensos RI. “Pak Indra dari Kemensos, bersama Buk Elida dari Dinsos Langkat pernah datang langsung ke kediaman saya,” kata Eka.
Waktu itu, ujar Eka melanjutkan, Kemensos bersama Dinsos Langkat membawanya ke RS Murni Teguh, Medan, namun pihak rumah sakit tak menangani penyakitnya dengan alasan, kalau pasien mau MRI (magnetic resonance imaging), harusnya ke poliklinik, bukan UGD.
“Saya dibawa ke IGD/UGD. Menurut dokter, pasien yang masuk ke IGD untuk kasus gawat, seperti pendarahan jika seperti saya hanya mau pemeriksaan MRI seharusnya saya dibawa ke poliklinik dokter syaraf dan harus pakai rujukan dari Puskesmas,” terang Eka.
Eka sudah nyaris kehilangan akal dan ia tidak tahu bagaimana nasibnya ke depan. Ia hanya ingin dibantu oleh Kemensos dan pihak terkait lainnya agar bisa kembali ke Jakarta untuk ditempatkan di panti. “Di rumah saya hanya tinggal sendiri dan tidak ada yang merawat,” ujarnya lirih.
Dengan kondisi fisik yang kian sudah semakin melemah, bahkan hidupnya terancam papa, ia ingin mendapatkan bantuan penangan medis yang serius dan manusiawi dari pemerintah. Ia memohon kepada para pihak agar berkenan membantunya. WASPADA.id/Asrirrais
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.