“Mega proyek ini sudah hampir tujuh tahun berjalan, tapi belum juga rampung”
BESITANG (Waspada): Mangkraknya pembangunan jalur kereta api (KA) Besitang-Langsa yang menelan anggaran mencapai triliunan rupiah menjadi catatan buram di akhir masa jabatan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo.
Bukan saja mangkrak, proyek ambisius ini terlilit kasus dugaan korupsi berjamaah sebagaimana yang diungkap oleh Jampidsus Kejagung RI. Tak tanggung-tanggung, nilai kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp1,1 T.
Proyek pembangunan jalur KA yang menghubungkan Sumatera Utara – Aceh sejak awal tahap perencanaan dan kajian tidak dilakukan dengan benar sehingga membuka peluang terjadinya tindak pidana korupsi.
Sebenarnya, proyek angkutan massal ini tidak terlalu urgen, jika dicermati dari tingkat kepadatan mobilitas arus kenderaan. Apalagi, pemerintah pusat saat ini berambisi membangun ruas jalan tol trans Sumatera yang menghubungkan Medan-Aceh.
Pembangunan proyek jalur kereta api Besitang-Langsa tidak sesuai progres. Mega proyek ini sudah hampir tujuh tahun berjalan, tapi belum juga rampung. Bahkan, dalam beberapa terakhir, geliat pengerjaan proyek terlihat vakum alias mengkrak.
Poyek yang dikerjakan tahun 2017 ditargetkan rampung tahun 2020. Tapi, nyatanya, sudah melewati medio 2024, proyek belum juga ada kemajuan. Malah, di lokasi BSL-10, bangunan retainning wall atau tembok penahan tanah yang terancam roboh, belum juga kunjung diperbaiki.
Pantauan Waspada di lokasi BSL-10 kawasan Simpang Lima, Kel. Pekan Besitang, Minggu (11/8), tembok penahan tanah yang kondisinya miring akibat terjadi pergeseran pada struktur tanah belum juga diperbaiki pihak rekanan.
Setelah kasus dugaan mega korupsi yang ditangani oleh Kejagung mencuat, proyek di PSL-10 yang sudah lama vakum kembali dikerjakan kontraktor asal Lampung. Tapi, baru beberapa bulan digarap, proyek penimbunan jalur ini lagi-lagi kembali tinggalkan begitu saja.
Sementara, jembatan layang melintasi Jalinsum Medan-Aceh yang sudah bertahun-tahun selesai dikerjakan hingga kini belum juga terkoneksi dengan jalur KA. Malah, di sisi kiri dan kanan ujung jembatan, jalur belum juga dilakukan penimbunan.
Melihat kondisi di lapangan, proyek ambisius ini dapat dipastikan tidak selesai sampai akhir masa jabatan Presiden Jokowi Dodo yang hanya tinggal sekitar dua bulan lagi akan segera berakhir. Mangkraknya proyek ini menjadi catatan buram bagi pembangunan jalur KA Besitang-Langsa.(a10)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.